Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2013

Belajar Semaphore

Belajar Smaphore. Semaphore adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan bendera, dayung, batang, tangan kosong atau dengan sarung tangan. Informasi yang didapat dibaca melalui posisi bendera atau tangan. Pengiriman sandi melalui bendera semaphore ini menggunakan dua bendera, yang masing-masing bendera tersebut berukuran 45 cm x 45 cm. Bentuk bendera yang persegi merupakan penggabungan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna. Warna yang digunakan sebenarnya bisa bermacam-macam, namun yang lazim digunakan adalah warna merah dan kuning, dimana letak warna merah selalu berada dekat tangkai bendera.  

Bagi pramuka terutama golongan penggalang hingga pandega keterampilan dan penguasaan semaphore sangat diperlukan. Selain semaphore menjadi salah satu syarat dalam SKU (Kecakapan Umum) dan SKK (Kecakapan Khusus Juru Semboyan dan SKK Juru Isyarat Bendera), semaphore akan sangat bermanfaat dalam situasi darurat serta dapat melatih kemampuan motorik dan daya ingat. Berikut ini gambar gerakan semaphore.

Huruf Gambar Huruf Gambar
Awal O
A P
B Q
C R
D S
E T
F U
G V
H W
I X
J Y
K Z
L Salah
M Angka
N Latihan

Kamis, 03 Oktober 2013

Atribut Seragam Pramuka

Atribut Seragam Pramuka. Seragam Pramuka adalah pakaian yang digunakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka. Warna Seragam Pramuka adalah coklat muda dan coklat tua. Warna tersebut dipilih karena merupakan salah satu warna yang digunakan para pejuang Indonesia ketika masa perang kemerdekaan. Seragam pramuka tersebut memiliki beberapa kelengkapan (atribut) yang lain, diantaranya tanda tutup kepala, lambang pandu dunia, papan nama, tanda lokasi, badge daerah, pita nomor, TKK, tanda pelantikan, tanda jabatan, tanda barung/regu/sangga, setangan leher dan tanda pelantikan. Berikut ini beberapa atribut seragam pramuka.

Tanda Tutup Kepala
  • Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang puteri dipasang pada bagian depan topi, tepat di tengah.
  • Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Puteri lainnya serta orang dewasa wanita, dipasang pada pici sebelah kiri depan 2 cm dari sisi depan pici tersebut.
  • Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak Putera, dipasang pada baret, tepat di atas bingkai baret, disebelah atas pelipis kiri pemakainya.
  • Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Pandega dan orang dewasa pria, dipasang pada pici hitam di sebelah kiri depan, 2 cm dari sisi depan dan 1 cm dari sisi atas pici yang bersangkutan.
Lambang Pandu Dunia
WOSM atau World Organization of the Scout Movement (Organisasi Gerakan Pramuka
Sedunia) adalah organisasi internasional non-pemerintah, independen, dan non-profit yang menaungi Gerakan Pramuka (Kepanduan) di seluruh dunia. WOSM didirikan pada tahun 1920 dengan kantor pusat di Jenewa, Swiss. Selain WOSM juga terdapat organisasi kepanduan khusus putri sedunia yang dinamakan WAGGGS (World Association of Girl Guides and Girl Scouts atau Asosiasi Kepanduan Putri Sedunia). Dan hingga saat ini WOSM mengakui organisasi kepramukaan di 161 negara termasuk Indonesia yang telah bergabung menjadi anggota WOSM sejak tahun 1953.

Setangan Leher
Dasar setangan leher menggunakan kain berwarna putih dengan pemberian lis berwarna
merah pada masing-masing sisi kaki segitiga. Sisi panjang segitiga tidak menggunakan lis warna merah. Lebar lis warna merah tersebut adalah 5 cm. Ukuran setangan leher pramuka dibedakan berdasarkan golongan usia anggota pramuka. Yang menjadi tolok ukur pembeda adalah panjang sisi terpanjang atau sisi alas dari segitiga sama kaki. Karena itu panjang kedua sisi kaki akan menyesuaikan dengan panjang sisi alas.

Meskipun demikian, ukuran panjang sisi terpanjang tersebut tidak mutlak harus diikuti. Karena yang terpenting, setelah setangan leher tersebut dilipat dan dikenakan, ujung setangan leher bisa mencapai pinggang pemakainya. Dengan kata lain panjang setangan leher harus disesuaikan dengan tinggi badan pemakai.

Adapun ukuran sisi terpanjang setangan leher sebagai mana disebutkan dalam PP No. 174 Tahun 2012 untuk masing-masing golongan anggota pramuka adalah sebagai berikut:
  • Setangan leher untuk anggota pramuka siaga putra dan putri sisi panjang berukuran 90 cm
  • Setangan leher untuk anggota pramuka penggalang putra dan putri sisi panjang berukuran antara 100 - 120 cm.
  • Setangan leher untuk anggota pramuka penegak dan pandega putra dan putri sisi panjang berukuran antara 120 - 130 cm.
  • Setangan leher untuk anggota pramuka dewasa (pembina pramuka, andalan, dan anggota Majlis Pembimbing) putra maupun putri sisi panjang berukuran antara 120 - 130 cm.
Lambang Daerah
Logo kwartir daerah sekaligus merupakan badge dari Gerakan Pramuka di Propinsi. Badge daerah merupakan salah satu tanda pengenal dalam gerakan Pramuka yang ditetapkan dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka no 055 tahun 1982 dan no 005 tahun 1989. Sesuai dengan peraturan tersebut bagde daerah berupa bentuk perisai dan bergambar ciri daerah tersebut. 

    TKK
    Tanda Kecakapan Khusus (TKK) adalah tanda yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, kemahiran, ketangkasan, atau keahlian Pramuka dalam bidang – bidang yang khusus atau tertentu. Penggolongan TKK berdasarkan WARNA DASAR.

    TKU
    TKU (Tanda Kecakapan Umum) adalah bagian dari sistem tanda kecakapan dalam Gerakan Pramuka di samping TKK (Tanda Kecakapan Khusus). Tanda Kecakapan Umum diberikan setelah seorang anggota Gerakan Pramuka menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dalam tingkatannya masing-masing. Tanda Kecakapan Umum hanya berlaku bagi anggota Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. TKU tidak berlaku bagi seperti Pembina, Andalan dan anggota dewasa lainnya.

    Tanda Pelantikan
    Tanda Pelantikan adalah tanda pengenal yang diberikan kepada seorang Pramuka dan
    dikenakan pada pakaian seragamnya, pada saat yang bersangkutan dilantik atau diresmikan menjadi anggota Gerakan Pramuka secara sah. Tanda Pelantikan  disematkan pada saat pertama kali seseorang menjadi anggota Pramuka. Selama itu pula berrlaku seumur hidup. Jadi setiap ada Acara Pelantikan, tidak perlu harus menyematkan lagi tanda ini, dan cukup dengan mengucapkan Ulang Janji Tri Satya/ Dwi Satya. Untuk Putra berbentuk segi empat, sedangkan tanda pelantikan putri berbentu lingkaran.

    Tanda Jabatan
    Tanda Jabatan adalah Tanda Pengenal Gerakan Pramuka yang menunjukan jabatan seseorang beserta hak dan kewajiban yang melekat dengan jabatan itu. Macam Tanda Jabatan adalah sebagai berikut :
    Bagi peserta didik :
    • Tanda Pemimpin Barung Utama (Sulung), Pemimpin Regu Utama (Pratama),
      Pemimpin Sangga Utama(Pradana), Ketua Racana
    • Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin Barung, Regu, Sangga dan Reka
    • Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin Krida
    • Tanda Keanggotaan di Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega (Ranting sampai dengan Nasional)
    Bagi anggota dewasa :
    • Tanda Pembina dan Pembantu Pembina (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega)
    • Tanda Pelatih Pembina
    • Tanda Majelis Pembimbing (Gugus Depan sampai Nasional)
    • Tanda Andalan dan Pembantu Andalan
    • Tanda Jabatan lainnya
    Tanda Barung/Regu/Sangga
    Tanda Barung Siaga

    • Tanda Barung berbentuk segi tiga sama sisi, dengan puncak di atas. Panjang sisi segi
      tiga itu 4 cm.
    • Tanda Barung tidak bergambar, polos, berwarna menurut pilihan anggota barung yang bersangkutan.
    • Warna tanda barung diutamakan mengambil warna dari Garuda Pancasila, yaitu merah, putih, kuning, hijau dan hitam. Bila diperlukan dapat mengambil warna lainnya.
    Tanda Regu Penggalang
    • Tanda regu berbentuk bujur sangkar, dengan panjang tiap sisinya 4 cm.
    • Tanda regu bergambar sesuai dengan pilihan anggota regu yang bersangkutan.
    • Tanda regu untuk : 1) Regu putera bergambar binatang atau siluet (bayangan) binatang. 2) Regu puteri bergambar bunga atau siluet (bayangan) bunga.
    • Warna dasar dan warna gambar diatur sehingga tampak sederhana, indah dan menarik.
    Tanda Sangga Penegak
    • Tanda sangga berbentuk bujur sangkar, dengan panjang tiap sisinya 4 cm.
    • Tanda sangga bergambar sesuai dengan pilihan anggota sangga yang bersangkutan.
    • Tanda sangga dapat mengambil : 1) nama tahap perjuangan bangsa Indonesia, seperti Perintis, Pencoba, Penegas, Pendobrak dan Pelaksana, dengan gambar dan warna seperti contoh terlampir. 2) angka romawi sebagai nomor sangga, berwarna hitam diatas dasar berwarna kuning. 3) gambar siluet bunga berwarna hitam di atas dasar berwarna kuning (khusus untuk sangga puteri). 4) gambar lain yang diciptakan sendiri oleh sangga yang bersangkutan.
    Tanda Reka Pandega
    • Tanda Reka Pandega, berbentuk bujur sangkar, dengan panjang sisi 4 cm.
    • Tanda reka sama dengan tanda sangga, warna dasar coklat muda.

    Rabu, 02 Oktober 2013

    Pakaian Seragam Penggalang Putra

    Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang Putra. Pakaian Seragam Harian, adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka pada waktu melakukan kegiatan kepramukaan harian. Pakaian seragam harian juga digunakan pada waktu mengikuti upacara. Model pakaian seragam pramuka penggalang putra terbaru mengalami sedikit perubahan dibandingkan pakaian seragam pramuka penggalang putra terdahulu. Sesuai dengan Jukran Pakaian Seragam Pramuka berdasarkan SK Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012, perbedaan itu terutama terdapat pada celana pramuka penggalang yang ditambahkan sepasang saku timbul di bagian kanan dan kiri.

    1. Tutup Kepala:
    • dibuat dari bahan warna coklat tua.
    • berbentuk baret.
    • dikenakan dengan tepi mendatar, bagian atasnya ditarik miring ke kanan.
    2. Baju:
    • dibuat dari bahan warna coklat muda.
    • lengan pendek.
    • memakai lidah bahu lebar 3 cm.
    • kerah baju model kerah dasi.
    • kancing baju di depan berwarna sama dengan bajunya.
    • memakai dua saku tempel di dada kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm di tengah saku dan diberi tutup bergelombang.
    • dimasukkan ke dalam celana.
    3. Celana:
    • dibuat dari bahan warna coklat tua.
    • berbentuk celana pendek.
    • memakai ban pinggang dan tempat ikat pinggang (brattle) selebar 1 cm.
    • memakai saku dalam di samping kanan dan kiri.
    • memakai saku tempel di bagian belakang kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm dan diberi tutup.
    • memakai saku timbul di bagian samping kanan dan kiri dengan lipatan dalam ditengah saku dan diberi tutup (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan pemakai).
    • memakai ritsleting di bagian depan.
    • memakai ikat pinggang berwarna hitam.
    • panjang celana sampai lutut.
    Setangan Leher:
    • dibuat dari bahan warna merah dan putih. 
    • berbentuk segitiga sama kaki; (1) sisi panjang 100-120 cm dengan sudut bawah 90º(panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang). (2) bahan dasar warna putih dengan lis warna merah selebar 5 cm.
    • setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm) sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.
    • dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
    • dikenakan di bawah kerah baju.
    5. Kaos Kaki:
    • panjang kaos kaki sampai betis.
    • warna hitam.
    6. Sepatu:
    • model tertutup.
    • warna hitam.
    7. Tanda Pengenal terdiri dari:
    • tanda topi dikenakan di baret sebelah kiri.
    • papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas saku.
    Kelengkapan Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang Putra.
    1. Tanda tutup kepala
    2. Tanda pandu dunia
    3. Nama
    4. Tanda lokasi
    5. Pita nomor
    6. Badge Daerah
    7. Tanda Jabatan
    8. TKK
    9. Setangan leher
    10. Tanda pelantikan
    11. Tanda regu
    12. TKU

    Pakaian Seragam Penggalang Putri

    Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang Putri. Seragam Pramuka Penggalang Putri adalah pakaian yang digunakan oleh semua Penggalang Putri. Warna Seragam Pramuka Penggalang Putri adalah coklat muda dan coklat tua. Seragam Pramuka berfungsi sebagai sarana pendidikan dan identitas bagi anggotanya guna meningkatkan citra Gerakan Pramuka. Sedangkan tujuan penggunaan Seragam Pramuka adalah agar anggota Pramuka yang mengenakannya dapat berahlak sesuai Satya dan Darma Pramuka, memiliki jiwa korsa dan berdisiplin. Gerakan Pramuka melakukan perubahan pakaian seragam pramuka yang diatur dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka yang menggantikan Keputusan Kwartir nasional Gerakan Pramuka Nomor 226 Tahun 2007. Berikut ini ketentuan mengenai pakaian harian Penggalang Putri.

    1. Tutup Kepala:
    • dibuat dari kain laken/beludru, warna coklat tua.
    • berbentuk topi bulat.
    • lebar lidah topi ± 4 cm.
    2. Baju:
    • dibuat dari bahan warna coklat muda.
    • lengan pendek.
    • memakai lidah bahu lebar 3 cm.
    • kerah model kerah dasi.
    • kancing baju di depan berwarna sama dengan bajunya.
    • memakai dua saku tempel di dada kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm di tengah saku dan diberi tutup bergelombang.
    3.  Rok:
    • dibuat dari bahan warna coklat tua.
    • berbentuk kulot.
    • memakai ban pinggang dan tempat ikat pinggang (brattle) selebar 1 cm.
    • memakai 2 (dua) saku timbul di bagian depan dengan lipatan dalam di tengah saku dan diberi tutup (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan pemakai).
    • bagian depan dan belakang tanpa lipatan, hanya menggunakan kupnat.
    • memakai ritsleting di bagian belakang.
    • memakai ikat pinggang berwarna hitam.
    • panjang kulot 5 cm di bawah lutut.
    4.  Setangan Leher:
    • dibuat dari bahan warna merah dan putih.
    • berbentuk segitiga sama kaki; (1) sisi panjang 100-120 cm dengan sudut bawah 90º(panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang). (2) bahan dasar warna putih dengan lis warna merah selebar 5 cm.
    • setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm) sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.
    • dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
    • dikenakan di bawah kerah baju.
    5. Kaos Kaki:
    • a) panjang kaos kaki sampai betis.
    • b) warna hitam.
    6. Sepatu:
    • model tertutup.
    • warna hitam.
    • bertumit rendah.
    7. Tanda Pengenal:
    • tanda topi dikenakan di topi bagian depan tengah.
    • papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas saku.
    Kelengkapan Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang Putri
    Dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan, pakaian seragam harian penggalang putri dilengkapi dengan beberapa atribut. Untuk melengkapi pakaian seragam harian penggalang putri diperlukan beberapa atribut seragam pramuka seperti pada gambar di bawah ini.
    1. Tanda tutup kepala
    2. Tanda pandu dunia
    3. Nama
    4. Tanda lokasi
    5. Pita nomor
    6. Badge Daerah
    7. Tanda Jabatan
    8. TKK
    9. Setangan leher
    10. Tanda pelantikan
    11. Tanda regu
    12. TKU

    Tambahan :
    TKK yang dikenakan pada baju sebelah kanan tersebut di atas sebanyak-banyaknya lima buah, sedang selebihnya ditempatkan pada tetampan, yang diselempangkan di badan, melalui bahu sebelah kanan, menyilang dada dan punggung menuju pinggang sebelah kiri. Pada tetampan tidak dibenarkan ditempatkan tanda gambar, atau lencana dan tulisan apapun, selain TKK. yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Tetampan hanya dibenarkan dipakai pada upacara kepramukaan. Pada waktu latihan atau bekerja yang memerlukan keleluasaan bergerak, maka tetampan TKK. hendaknya ditanggalkan.

      Senin, 30 September 2013

      Pakaian Siaga Putra Lengkap

      Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga Putra. Seragam Pramuka Siaga Putra adalah pakaian yang digunakan oleh semua siaga putra. Warna Seragam Pramuka Siaga Putriaadalah coklat muda dan coklat tua. Seragam Pramuka berfungsi sebagai sarana pendidikan dan identitas bagi anggotanya guna meningkatkan citra Gerakan Pramuka. Sedangkan tujuan penggunaan Seragam Pramuka adalah agar anggota Pramuka yang mengenakannya dapat berahlak sesuai Satya dan Darma Pramuka, memiliki jiwa korsa dan berdisiplin. Gerakan Pramuka melakukan perubahan pakaian seragam pramuka yang diatur dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka yang menggantikan Keputusan Kwartir nasional Gerakan Pramuka Nomor 226 Tahun 2007. Berikut ini ketentuan mengenai pakaian harian siaga putra.

      1. Tutup Kepala:
      • dibuat dari kain warna coklat tua.
      • berbentuk topi joki terdiri dari lima potongan.
      • pada batas tiap potongan diberi bisban warna coklat muda selebar ¼ cm.
      • di bagian atas, tepat pada pertemuan potonganpotongan diberi bulatan sebagai hiasan, bergaris tengah antara 1 sampai 3 cm warna coklat tua.
      • pada bagian belakang topi diberi elastik.
      • lebar lidah topi di bagian depan 5 cm, warna coklat tua.
      2. Baju:
      • dibuat dari bahan warna coklat muda.
      • lengan pendek.
      • memakai lidah bahu, dengan lebar 2,5 cm.
      • kerah model kerah shiller.
      • memakai 2 (dua) buah kancing dipasang di bagian depan (dibuat di dalam 2 lipatan).
      • memakai lipatan hiasan melintang di dada selebar 2 cm.
      • lengan baju diberi 2 (dua) lis warna coklat tua; lebar lis atas 1,5 cm, lebar lis bawah 3 cm.
      • memakai 2 (dua) saku tempel pada bagian depan bawah kanan dan kiri.
      • 1 (satu) cm dari tepi atas saku diberi lis warna coklat tua, lebar 1,5 cm.
      • disamping kanan dan kiri bawah diberi belahan.
      • panjang sampai garis pinggul, dipakai di luar celana
      3. Celana:
      • dibuat dari bahan warna coklat tua.
      • berbentuk celana pendek.
      • memakai ban pinggang dan diberi karet/elastik disisi kanan dan kiri.
      • memakai saku tempel di bagian belakang kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm dan diberi tutup.
      • memakai saku timbul di bagian samping kanan dan kiri dengan lipatan dalam ditengah saku dan diberi tutup (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan pemakai).
      • memakai kancing dan ritsleting di bagian depan celana.
      • panjang celana sampai lutut.
      4. Setangan Leher:
      • dibuat dari bahan warna merah dan putih.
      • berbentuk segitiga sama kaki;
      • sisi panjang 90 cm dengan sudut bawah 90º(panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang).
      • bahan dasar warna putih dengan lis merah selebar 5 cm.
      • setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm) sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.
      • dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
      • dikenakan di bawah kerah baju.
      5. Kaos Kaki:
      • panjang kaos kaki sampai betis.
      • warna hitam.
      6. Sepatu:
      • model tertutup.
      • warna hitam.
      7. Tanda Pengenal terdiri dari:
      • tanda topi dikenakan di topi bagian tengah depan.
      • papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas lipatan.
      Kelengkapan Pakaian Seragam Siaga Putra

        1. Tanda tutup kepala
        2. Pandu dunia
        3. Tanda pelantikan
        4. Tanda lokasi
        5. Pita nomor (gudep)
        6. Badge daerah
        7. TKK
        8. Nama
        9. Tanda jabatan
        10. Tanda Barung
        11. TKU siaga
        12. Setangan leher

        Pakaian Siaga Putri Lengkap

        Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga Putri. Seragam Pramuka Siaga Putri adalah pakaian yang digunakan oleh semua siaga putri. Warna Seragam Pramuka Siaga Putri adalah coklat muda dan coklat tua. Warna tersebut dipilih karena merupakan salah satu warna yang digunakan para pejuang Indonesia ketika masa perang kemerdekaan. Seragam Pramuka berfungsi sebagai sarana pendidikan dan identitas bagi anggotanya guna meningkatkan citra Gerakan Pramuka. Sedangkan tujuan penggunaan Seragam Pramuka adalah agar anggota Pramuka yang mengenakannya dapat berahlak sesuai Satya dan Darma Pramuka, memiliki jiwa korsa dan berdisiplin. Berikut ini ketentuan mengenai pakaian harian siaga putri
        1. Tutup Kepala:
        • dibuat dari kain warna coklat tua.
        • berbentuk topi joki terdiri dari lima potongan.
        • pada batas tiap potongan diberi bisban warna coklat muda selebar ¼ cm.
        • di bagian atas, tepat pada pertemuan potongan-potongan diberi bulatan sebagaI hiasan,  bergaris tengah antara 1 sampai 3 cm warna coklat tua.
        • pada bagian belakang topi diberi elastik.
        • lebar lidah topi di bagian depan 5 cm, warna coklat tua.
        2. Baju:
        • dibuat dari bahan warna coklat muda.
        • lengan pendek.
        • memakai lidah bahu, dengan lebar 2,5 cm.
        • kerah model kerah shiller.
        • memakai 2 (dua) buah kancing dipasang di bagian depan (dibuat di dalam 2 lipatan).
        • memakai lipatan hiasan melintang di dada selebar 2cm.
        • lengan baju diberi 2 (dua) lis warna coklat tua; lebar lis atas 1,5 cm, lebar lis bawah 3 cm.
        • memakai 2 (dua) saku tempel pada bagian depan bawah kanan dan kiri.
        • 1 (satu) cm dari tepi atas saku diberi lis warna coklat tua, lebar 1,5 cm.
        • disamping kanan dan kiri bawah diberi belahan.
        • panjang sampai garis pinggul, dipakai di luar rok.
        3. Rok:
        • dibuat dari bahan warna coklat tua.
        • berbentuk kulot.
        • memakai ban pinggang dan diberi karet/elastik disisi kanan dan kiri.
        • memakai 2 (dua) saku timbul di bagian depan, dengan lipatan dalam di tengah saku dan diberi tutup (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan pemakai).
        • bagian depan dan belakang tanpa lipatan, hanya menggunakan kupnat.
        • memakai ritsleting di bagian belakang.
        • panjang 5 cm di bawah lutut.
        4. Setangan Leher:
        • dibuat dari bahan warna merah dan putih.
        • berbentuk segitiga sama kaki; (1) sisi panjang 90 cm dengan sudut bawah 90º(panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang). (2) bahan dasar warna putih dengan lis merah selebar 5 cm.
        • setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan ± 5 cm) sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaiannya tampak rapi.
        • dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
        • dikenakan di bawah kerah baju.
        5. Kaos Kaki:
        • panjang kaos kaki sampai betis.
        • warna hitam.
        6.  Sepatu:
        • model tertutup.
        • warna hitam.
        • bertumit rendah.
        7. Tanda Pengenal:
        • tanda topi dikenakan di topi bagian depan tengah.
        • papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas lipatan.
        Kelengkapan Seragam Pramuka Siaga Putri
          Kelengkapan seragam pakain Siaga Putri adalah sebagai berikut :
          1. Tanda tutup kepala
          2. Pandu dunia
          3. Tanda pelantikan
          4. Tanda lokasi
          5. Pita nomor (gudep)
          6. Badge daerah
          7. TKK
          8. Nama
          9. Tanda jabatan
          10. Tanda Barung
          11. TKU siaga
          12. Setangan leher

          Sabtu, 28 September 2013

          Pramuka Penegak

          Pramuka Penegak. Penegak adalah anggota gerakan Pramuka yang sudah memasuki jenjang umur 16 sampai 20 tahun. Penegak  berasal dari kata dasar ‘tegak’ menurut kamus bahasa Indonesia artinya berdiri dan diberi imbuhan pe- yang mempunyai makna ‘menjadi’. Apabila disatukan mempunyai arti menjadi berdiri atau menjadi tegak atau bisa dikatakan yang menegakkan. Diharapkan Penegak disini dapat berdiri tegak sendiri dengan kemampuan dan kekuatan dirinya sendiri tentunya dengan arahan orang dewasa.

          Kata ‘Penegak’ diambil dari masa-masa menjelang kemerdekaan bangsa Indonesia hingga puncaknya yaitu saat diproklamasikannya kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Inilah masa dimana bangsa Indonesia menjadi tegak, berdiri menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Namun dalam masa menegakkan eksistensinya sebagai Bangsa yang merdeka dan berdaulat, selalu ada tantangan hembusan angin yang kencang yaitu pergerakan untuk sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia, untuk diakui sebagai bangsa yang merdeka dengan jerih payah sendiri, pergolakan yang terjadi di dalam negeri pun ikut mewarnai tegaknya bangsa ini. Untuk itulah, akhirnya istilah tegak digunakan dalam Gerakan Pramuka sebagai kiasan dasar perjuangan bangsa agar generasi muda Indonesia dapat menghargai perjuangan para pahlawan bangsa dan menegakkan terus cita-cita proklamasi bangsa Indonesia.

          Tingkatan dalam Pramuka Penegak
          Ada beberapa tingkatan dalam Penegak yaitu :
          Penegak bantara
          Penegak Bantara adalah tingkatan Syarat-syarat Kecakapan Umum pertama dalam satuan Pramuka Penegak sebelum Penegak Laksana. Golongan Pramuka Penegak yang belum menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Bantara belum dianggap sebagai Pramuka Penegak dan disebut sebagai “Tamu Ambalan”, atau “Tamu Penegak”

          Penegak laksana
          Penegak Laksana adalah tingkatan Syarat-syarat Kecakapan Umum kedua dalam satuan Pramuka Penegak setelah Penegak Bantara. Golongan Pramuka Penegak yang telah menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Laksana dapat mengikuti SKU Pramuka Garuda. Penegak laksana adalah tingkatan tertinggi dalam Golongan Penegak. Selain itu bagi pramuka penegak yang belum mendapatkan tanda pengenal Penegak Bantara, disebut dengan Penegak Tamu.

          Satuan terkecil Pramuka Penegak disebut Sangga yang idealnya terdiri dari 6 sampai 8 orang Penegak. Sangga dipimpin salah seorang Penegak yang disebut Pimpinan Sangga (Pinsa). Setiap 4 Sangga dihimpun dalam sebuah Ambalan, yang dipimpin Pradana. Ambalan dipimpin oleh seorang Ketua yang disebut Pradana, seorang sekretaris yang disebut Kerani, seorang Bendahara yang disebut Hartaka, dan seorang Pemangku Adat. Setiap Ambalan mempunyai nama yang bermacam-macam, bisa nama pahlawan, tokoh pewayangan dan lain sebagainya yang disesuaikan dengan karakter ambalan tersebut. Contohnya "Arjuna" (Ambalan Putra) dan "Srikandi" (Ambalan Putri),  
          Kode Kehormatan
          Kode Kehormatan untuk Pramuka Penegak terdiri atas Satya (janji) dan Ketentuan Moral (Dharma) Janji Pramuka Penegak disebut Satya Pramuka. Berikut bunyi Satya Pramuka Penegak:
          Satya Pramuka
          Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan negara kesatuan Republik Indonesia,Mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Darma Pramuka.
          Ketentuan Moral Pramuka penegak disebut Darma Pramuka. Berikut isi Darma Pramuka Penegak:
          DARMA PRAMUKATaqwa kepada Tuhan Yang Maha EsaCinta alam dan kasih sayang kepada manusiaPatriot yang sopan dan ksatriapatuh dan suka bermusyawarahrela menolong dan tabahRajin, trampil, dan gembiraHemat, cermat, dan bersahajaDisiplin, berani, dan setiaBertanggung jawab dan dapat dipercayaSuci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
          Syarat-syarat yang harus dipenuhi (penegak Bantara)
          Untuk mencapai tingkat Penegak Bantara, calon Penegak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
          1. Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan Penegak.
          2. Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
          3. Mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupannya sehari-hari.
          4. Dapat memberi salam Pramuka dan tahu maksud dan penggunannya.
          5. Tahu tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka.
          6. Tahu struktur organisasi dan Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.
          7. Tahu arti lambang Gerakan Pramuka.
          8. Tahu arti Pancasila.
          9. Tahu sejarah dan arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia, serta dapat mengibarkan dan menurunkannya dalam upacara.
          10. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau
          11. dinyanyikan pada suatu upacara.
          12. Tahu arti lambang Negara Republik Indonesia.
          13. Biasa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan Penegak.
          14. Tahu arti dan sejarah Sumpah Pemuda.
          15. Tahu perjuangan bangsa Indonesia dan rencana pembangunan Pemerintah.
          16. Tahu susunan Pemerintah Republik Indonesia dari Pusat sampai ke Desa.
          17. Dapat berbaris.
          18. Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungannya.
          19. Tahu pentingnya bahan-bahan makanan yang bernilai gizi, dan dapat memasak makanan di perkemahan untuk sedikitnya 5 orang.
          20. Tahu tentang penyakit-penyakit rakyat yang terpenting, dan tentang cara-cara pencegahannya.
          21. Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang.
          22. Tahu adat sopan santun pergaulan Indonesia.
          23. Memiliki buku Tabanas.
          24. Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperolehnya dari usahanya sendiri.
          25. Menguasai suatu keterampilan di bidang pertanian, bidang industri, atau bidang lain yang dipilihnya sendiri, tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupannya.
          26. Dapat membaca jam dan menggunakan kompas.
          27. Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut.
          28. Pernah ikut serta kerjabakti gotongroyong yang ditugaskan oleh Pembinanya.
          29. Keagamaan (seuai dengan agama masing-masing)
          Untuk Penegak yang beragama Islam:Dapat mengucap Kalimat Syahadat dan tahu artinya.Mengerti Rukun Iman dan Rukun Islam.Melakukan salat berjama’ah.Tahu riwayat Nabi Muhammad saw.
          Untuk Penegak yang beragama Katolik:Tahu sakramen Permandian, sakramen Penguatan, sakramen Maha Kudus, sakramen Pengakuan Dosa (Tobat).
          Untuk Penegak yang beragama Protestan:Dapat dengan hafal menyanyikan 4 nyanyian Kristen.Dapat mengucap doa sederhana pada kesempatan tertentu.Bersedia memimpin kelompok mempelajari Alkitab.Mengetahui sekedar peraturan-peraturan Gereja.
          Untuk Penegak yang beragama Hindu:Dapat memenuhi SKU untuk Pramuka golongan Siaga dan golongan Penggalang di bidang pendidikan agama Hindu.Tahu arti "Wiweka", "Sastra", "Aksara", dan mengerti arti "Tat Twam Asi".
          Untuk Penegak yang beragama Budha:Dapat memenuhi SKU untuk Pramuka golongan Siaga dan golongan Penggalang di bidang pendidikan agama Budha.Mengerti dan dapat menyanyikan Parita-parita tersebut dalam SKU untuk Pramuka golongan Siaga dan golongan Penegak.
          Syarat-syarat yang harus dipenuhi (penegak Laksana)
          Untuk mencapai tingkat Penegak Laksana, seorang Pramuka Penegak Bantara harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
          1. Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan sebagai Penegak Bantara.
          2. Dapat memberi penjelasan tentang Dasa Darma dan Tri Satya.
          3. Tahu sejarah pendidikan kepramukaan di Indonesia, dan peranannya dalam pembangunan bangsa dan negara dewasa ini.
          4. Tahu tentang gerakan kepramukaan sedunia, dan tentang cita-cita persaudaraan Pramuka sedunia.
          5. Mengetahui tentang Perserikatan Bangsa-bangsa dan tentang beberapa badan yang terdapat dalam organisasi itu.
          6. Bersungguh-sungguh mengamalkan Pancasila.
          7. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu-lagu di muka orang banyak sedikitnya lagu-lagu yang disyaratkan untuk SKU tingkat Penggalang Rakit.
          8. Tahu tentang upacara-upacara adat di daerahnya ; misalnya upacara perkawinan, khitanan, penerimaan tamu terhormat, dll.
          9. Tahu cara merawat dan mengebumikan jenazah.
          10. Dapat memimpin barisan Pramuka.
          11. Dapat memberi pertolongan pertama pada kecelakaan.
          12. Jika di tempat tinggalnya ada pesawat telepon, dapat menggunakannya secara baik.
          13. Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang, dan melakukan salah satu cabang olahraga lain lagi serta tahu peraturan permainannya.
          14. (a) Untuk puteri : Mengurus suatu rumah tangga selama 2 hari berturut-turut. (b) Untuk putera : Berjalan kaki selama 2 hari berturut-turut.
          15. Dapat menampilkan satu macam kegiatan seni budaya di hadapan pramuka-pramuka atau di hadapam penonton-penonton lain.
          16. Menjalankan suatu proyek produktif di bidang pertanian, bidang industri atau di bidang lain, secara perorangan atau bersama-sama orang lain, dan dapat memperlihatkan hasil karyanya.
          17. Mengadakan peninjauan di wilayah kelurahan tempat tinggalnya untuk mempelajari masalah-masalah pembangunan, membuat laporan peninjauannya, lengkap disertai kesimpulan-kesimpulan dan saran-saran.
          18. Sekurang-kurangnya 2 kali pernah ikut serta kerja bakti gotong royong yang ditugaskan oleh Pembinanya, di sekolahnya, di kampungnya, di tempat ibadat, atau di tempat lain; dan pernah membantu lembaga seperti PMI, LSD, Bimas, PKK, Karang Taruna, atau lain sebagainya.
          19. Dapat merencanakan, mempersiapkan, serta memimpin rapat, dan dapat membuat risalah rapat.
          20. (a) Memiliki buku Tabanas, dan sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabungan itu selama sekurang-kurangnya 8 minggu sejak menjadi Penegak Bantara, dan sebagian daripada uang itu diperoleh dari usahanya sendiri. (b) Untuk putera : Berjalan kaki selama 2 hari berturut-turut.
          21. Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, dengan uang yang seluruhnya diperolehnya dari usahanya sendiri.
          22. Pernah membantu dalam menjalankan administrasi keuangan Gugusdepannya, atau administrasi keuangan lainnya.
          23. Membantu Pembina Siaga atau Pembina Penggalang dalam membina para Pramuka di Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang.
          24. Memiliki sedikitnya satu Tanda Kecakapan Khusus.
          25. Keagamaan (sesuai agama masing-masing)
          Untuk Penegak yang beragama Islam:Tahu syarat-syarat, rukun-rukun, dan yang membatalkan salat, serta melakukan salat sehari-hari.Mengetahui riwayat Nabi Muhammad saw.
          Untuk Penegak yang beragama Katolik:Dapat memimpin do’a dan bernyanyi bersama.Dapat menolong orang sakit secara rokhaniah (sakramen orang sakit)Memahami arti kematian.Tahu beberapa lagu untuk jiwa-jiwa orang meninggal.
          Untuk Penegak yang beragama Protestan :Turut serta dalam kesaksian dan pelayanan Gereja sesuai dengan bakat dan kemampuannya.Bersedia mengikuti pengajaran agama (Katekhesasi).
          Untuk Penegak yang beragama Hindu:Tahu arti Dhayana, Yoga, Samadhi.Dapat menjelaskan istilah-istilah tersebut dalam SKU untuk Pramuka golongan Siaga, golongan Penggalang, dan golongan Penegak di bidang pendidikan agama Hindu.
          Untuk Penegak yang beragama Budha :Tahu arti Panca Sadha.Dapat menjelaskan istilah-istilah tersebut dalam SKU untuk Pramuka golongan Siaga, golongan Penggalang, dan golongan Penegak di bidang pendidikan agama Budha.
          Kegiatan-kegiatan Penegak
          Kegiatan Pramuka Penegak adalah perwujudan dari sumpah di atas. Berikut ini acara-acara pertemuan Penegak:
          1. Lompat Tali (Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing Ambalan)
          2. Pelantikan penegak, Penegak Bantara & Laksana
          3. Gladian Pimpinan Sangga (DIANPINSA)
          4. Raimuna (Rover Moot)
          5. Perkemahan Wirakarya (Community Development Camp)
          6. Perkemahan Bhakti (sama dengan Perkemahan Wirakarya tetapi merupakan acara Satuan Karya)
          7. Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI)
          Bentuk barisan upacara Pramuka penegak adalah Perlombaan dimana Pinsa berada disamping kanan barisan dan anggotanya berbaris seperti umumnya(berbanjar) Pramuka Penegak selain aktif di Ambalannya masing-masing juga dapat bergabung dalam Satuan Karya Pramuka (Saka) semisal Saka Bhayangkara (diselenggarakan oleh Polri), Saka Wanabhakti (diselenggarakan oleh Perhutani) dan lainnya.