Sabtu, 30 November 2013

Lari Sambung

Lari Sambung (estafet). Lari sambung adalah lari yang dilakukan oleh beberapa orang pelari
(biasanya 4 orang) secara sambung-menyambung. Lari sambung atau lari estafet termasuk dalam nomor lari jarak pendek. Lari ini dilakukan secara  bersambung dan bergantian oleh empat pelari dengan membawa tongkat dari garis start sampai garis finish. Pelaksanaan lari sambung dapat berjalan dengan baik apabila pergantian tongkat berjalan lancar. Lari estafet yang sering dilombakan adalah 4 x 100 m dan 4 x 400 m.

1. Susunan Pelari Sambung
Lari sambung dilakukan secara beregu. Tiap regu terdiri dari 4 orang. Masing-masing orang
mempunyai peranan yang berbeda dalam lari sambung.
  • Pelari I : melakukan lari dengan start jongkok dan membawa tongkat.
  • Pelari II : menerima tongkat dari pelari pertama, pelaksanaan lari dengan start melayang.
  • Pelari III : menerima tongkat dari pelari kedua, pelaksanaan lari dengan start melayang.
  • Pelari IV : menerima tongkat dari pelari ketiga, pelaksanaan lari dengan start melayang dan memasuki garis finish.
2. Cara Memegang Tongkat
Cara memegang tongkat harus dilakukan dengan benar oleh pemberi dan penerima tongkat. Apabilacara memegang tongkat salah, maka dalam penerimaan tongkat tidak dapat berjalan dengan baik. Dalam memegang tongkat, bagi pelari pemberi tongkat harus dipegang bagian ujung tongkat. Sedangkan bagian ujung tongkat yang lainnya akan pelari penerima. Teknik ini harus diperhatikan dengan saksama oleh pelari sambung supaya dapat menghasilkan lari sambung yang sempurna.

3. Cara Pergantian Tongkat
Tempat pergantian tongkat dalam lari estafet juga disebut wessel zone. Panjang tempat pergantian tongkat dilakukan dalam jarak 20 m. Sedang pergantian tongkat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara melihat (visual) dan cara tidak melihat (nonvisual).
a. Pergantian tongkat dengan cara melihat (visual)
Cara ini dilakukan oleh pelari penerima pada saat menerima tongkat dengan cara melihat ke belakang (menengok pada pemberi tongkat).
b. Pergantian tongkat dengan cara tidak melihat (nonvisual)
Cara ini dilakukan oleh pelari penerima pada saat menerima tongkat dengan cara tidak melihat ke belakang (pandangan ke depan) dan tangan penerima dijulurkan ke belakang. Penerima tongkat dapat menerima tongkat setelah menerima tanda atau aba-aba dari pemberi tongkat.

4. Teknik Lari Sambung
Anak berpasangan muka belakang dengan jarak secukupnya. Anak pada bagian belakang berfungsi sebagai pemberi tongkat. Adapun anak yang berada di depan sebagai penerima tongkat.
a. Latihan di tempat
Pemberi tongkat memegang ujung tongkat dengan tangan kiri, penerima siap menerima tongkat dengan tangan kanan. Kedua pelari melakukan gerakan lari di tempat. Apabila ada aba-aba peluit, kedua pelari saling memberi dan menerima tongkat. Latihan ini diulang-ulang dan dapat dilakukan dengan cara visual dan nonvisual.
b. Latihan dengan lari kecil
Pelari pemberi dan penerima melakukan lari kecil ke depan bersama-sama. Jarak muka belakang secukupnya agar penerimaan tongkat dapat berjalan dengan baik. Apabila ada aba-aba peluit, tongkat diberikan kepada pelaripenerima tongkat.
c. Latihan dengan lari
Pelari penerima dan pemberi berdiri dengan jarak 10 m. Pelari pemberi lari cepat untuk memberikan tongkatnya. Sebelum sampai, pelari penerima segera lari dan mengulurkan tangannya sambil menoleh ke belakang untuk menerima tongkat dari pelari pemberi. Setelah diterima segera lari cepat sampai finish.

Renang Gaya Dada

Berenang gaya dada diartikan menggerakkan badan agar mengapung di air dengan menggunakan kaki dan tangan. Koordinasi gerakan kaki, tangan, dan cara pernapasan dilakukan dengan cukup baik. Renang gaya dada perlu memperhatikan koordinasi antara gerak pukulan kaki dan tarikan tangan. Pernapasan dilakukan secara berurutan dan kompak. Gerakan renang gaya dada adalah renang yang paling unik karena dalam pelaksanaannya kepala hampir selalu kelihatan semuanya. Karena itu, perenang dapat melihat ke mana arah bergerak. Untuk dapat berenang gaya dada perlu dipelajari gerakan tangan, kaki, dan pernapasan.

1. Meluncur
Meluncur diartikan bergerak cepat masuk ke dalam air. Bentuk latihan meluncur sebagai berikut.
  • Posisi awal berdiri di tepi kolam salah satu kaki menempel dinding kolam. Pandangan ke arah depan.
  • Bungkukkan badan kedua lengan lurus ke depan di atas kepala.
  • Lakukan gerakan meluncur dengan tolakan kedua kaki menempel dinding kolam untuk awalan menolak ke depan dengan harapan gerakan meluncur cepat.
2. Gerakan Kaki
Gerakan kaki diartikan perbuatan menggerakkan kaki secara bersamaan. Dimulai dari kedua kaki lurus ke belakang. Tekuk lutut sehingga tumit kaki terangkat dan mendekat ke arah pantat. Jari-jari kaki diputar ke samping lalu menendang/mencambuk ke belakang dan kembali pada posisi lurus.
Bentuk-bentuk latihan gerakan kaki
  • Badan telungkup, tungkai lurus ke belakang, kedua tangan memegang tangan teman yang berada di depan sebagai pasangannya.
  • Badan telungkup, kedua tangan memegang dinding kolam, posisi badan lurus dengan permukaan air. Latihan ini bertujuan untuk menggerakkan kaki.
3. Gerakan Tangan
Gerakan kedua tangan dilakukan secara bergantian. Dimulai dari kedua tangan lurus ke
depan. Dengan jari rapat, tarik kedua tangan ke samping arah bawah belakang, hingga tangan bergerak di sisi luar siku-siku. Kedua siku ditekuk ke dalam hingga kedua telapak berada di depan dagu. Kedua tanganlurus ke depan secara bersama-sama.
Bentuk-bentuk latihan gerakan tangan
  • Berdiri di kolam, badan dibungkukkan, wajah menghadap dasar kolam. Kedua tangan lurus ke depan dilanjutkan gerakan tarikan tangan, tekuk siku. Tangan kembali lurus ke depan.
  • Badan telungkup di kolam, paha menjepit pelampung. Kedua tangan lurus ke depan dan lakukan gerakan tangan renang gaya dada secara berurutan.
4. Pernapasan
Pernapasan diartikan proses menghirup udara (O2) dan mengeluarkan udara (CO2).
Gerakan pengambilan napas dilakukan saat melakukan gerakan tarikan tangan ke belakang. Kepala diangkat ke atas permukaan air, kemudian mengambil napas melalui mulut atau hidung. Setelah itu kepala dimasukkan ke air sambil mengeluarkan napas melalui mulut.

5. Kombinasi Gerakan Kaki dan Tangan
Siswa saling berpasangan dengan teman yang seimbang. Selanjutnya, lakukan latihan kombinasi kaki dan tangan. Teman berdiri menahan pasangannya, dengan posisi telungkup di air. Anak melakukan gerakan tangan dan kaki renang gaya dada sesuai dengan cara yang benar. Teman yang bertindak sebagai penolong selalu mengikuti arah gerakan teman yang melakukan latihan. Latihan ini dilakukan secara bergantian.

Dasar-Dasar Keselamatan di Air
Keselamatan di air adalah pokok-pokok perbuatan menyelamatkan diri sendiri atau orang lain. Kolam renang yang digunakan anak harus terjaga kebersihannya agar tidak licin. Demikian juga dengan perilaku pemakai harus selalu memperhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Berikut beberapa hal yang perlu disampaikan oleh guru atau pembimbing kepada anak didiknya untuk dilaksanakan dengan baik.
  1. Sesuaikan suhu tubuh kamu dengan lingkungan air dengan cara membasahi terlebih dahulu badan kamu.
  2. Bergantilah pakaian dengan tertib.
  3. Hindari lari di pinggir kolam karena biasanya pinggir kolam basah dan licin.
  4. Bila belum mampu berenang, jangan bermain-main di kolam yang dalamnya melebihi tinggi badan kamu.
  5. Menunjukkan kolam mana yang harus digunakan untuk belajar anak.
  6. Jangan bermain dorong-dorongan di pinggir kolam.
  7. Menyediakan alat penyelamatan (pelampung, tambang).
  8. Menolong teman yang mau tenggelam dari arah belakang.

Bola Basket

Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England. Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.

1. Lapangan Permainan
Lapangan permainan berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperbolehkan dengan menambah dan mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingkaran tengah dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci diuraikan dalam gambar dibawah tadi.
2. Jumlah Pemain
Satu regu bola basket beranggotakan tidak lebih dari 10 orang pemain (5 orang pemain inti dan 5 orang pemain cadangan), dan seorang diantaranya adalah kapten. Setiap regu dalam permainan basket berjumlah pemain 5 orang. Jumlah pemain bola basket yang bermain di lapangan minimal 4 orang. Kurang dari itu maka tim akan dianggap kalah secara otomatis. Pada turnamen-turnamen tertentu, satu regu diharuskan bermain lebih dari 5 pertandingan dengan pemain sebanyak 12 orang. Pertandingan bola basket dimainkan oleh 2 regu.

3. Lama Permainan
Waktu permainan 4 x 10 menit. Di antara babak (quarter) 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.

4. Nilai
Nilai 1 diberikan kepada regu yang dapat memasukkan bola dari tembakan hukuman. Nilai dua diberikan kepada regu yang dapat memasukkan bola bukan dari tembakan hukuman. Sedangkan nilai 3 diberikan pada regu yang dapat memasukkan bola dari daerah tembak 3 angka (three point field goald).

5. Bola
Bola basket terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak boleh lebih dari 680 gram. Bola tersebut dipompa sedemikian rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm.

6. Papan Pantul
Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparent yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm .Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan.

7. Ring
Keranjang terdiri dari ring dan jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah
45 cm. Jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Sedangkan jala terdiri dari tambang putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm.

8. Bola Lambung (Jump Ball)
Jump ball adalah bola yang dilambungkan oleh wasit ke udara diantara dua pemain yang berlawanan. Jump ball dilakukan karena dua sebab sebagai berikut :
  • Pada permukaan permainan dan sesudah istirahat, jump ball dilakukan di lingkaran trengah lapangan.
  • Jika dua orang pemain yang berlawanan memegang bola bersama-sama, jump ball dilakukan dengan lingkaran tengah lapangan atau di daerah kemparan ke dalam.
Teknik Dasar Bola Basket
Permainan bola basket akan berlangsung menarik jika kita mengetahui teknik dasar permainannya. Adapun teknik dasar tersebut meliputi cara melempar bola, menangkap, menggiring, dan menembak bola.
a. Teknik dasar melempar bola
  • Lemparan setinggi dada (chest pass). Berdiri dengan sikap kaki melangkah. Bola dipegang dengan dua tangan di depan dada, badan sedikit condong ke depan. Tarik sedikit bola ke arah dada kemudian lemparkan bola ke depan dengan cara mendorong. Luruskan kedua lengan bersamaan kaki belakang dilangkahkan ke depan, berat badan dibawa ke depan.
  • Lemparan pantul (bounce pass). Berdiri dengan sikap kaki melangkah. Bola dipegang dengan dua tangan di depan badan, badan sedikit condong ke depan. Lemparkan bola ke depan bawah dengan cara mendorong. Luruskan kedua lengan ke depan bawah bersamaan kaki belakang dilangkahkan ke depan, arah bola memantul ke lantai.
  • Lemparan atas (over head pass). Berdiri dengan sikap awal melangkah. Bola dipegang dengan dua tangan di atas kepala, badan sedikit condong ke depan. Sebagai awalan bola ditarik ke belakang kemudian diluruskan ke depan. Lemparkan bola ke depan dengan cara mengayun kedua tangan, bersamaan kaki belakang dilangkahkan ke depan.
b. Teknik dasar menangkap bola
Berdiri menghadap ke arah datangnya bola, sikap kaki melangkah. Untuk menangkap bola perlu diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan kita. Kedua lengan dijulurkan ke depan menyongsong datangnya bola, kedua telapak tangan menghadap arah datangnya bola. Setelah bola menyentuh telapak tangan, tariklah kedua lengan ke belakang, bersamaan itu tarik kaki depan ke belakang.

c. Teknik dasar menggiring bola
Menggiring bola (dribbling) adalah usaha membawa bola ke depan dengan memantulkan bola ke lantai. Posisi berdiri dengan sikap melangkah, badan condong ke depan. Berat badan bertumpu pada kaki depan. Doronglah bola ke lantai menggunakan telapak tangan dengan sumber gerakan pada siku. Pantulkan bola sebatas pinggang, pandangan ke arah bola.
Menggiring bola dalam permainan bola basket dapat dibagi dua:
  1. menggiring bola rendah, bertujuan untuk melindungi bola dari lawan;
  2. menggiring bola tinggi, untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan.
d. Teknik dasar menembak bola

  • Menggunakan dua tangan. Berdiri mengambil sikap melangkah, posisi kaki serong. Bola dipegang dua tangan, jari-jari terbuka, lutut sedikit ditekuk. Dorong bola ke depan atas hingga lengan lurus. Bersamaan itu, pinggul, lutut, dan tumit naik. Lepasnya bola disertai dengan lecutan tangan.
  • Menggunakan satu tangan. Berdiri sikap melangkah menghadap arah gerakan bola. Bola dipegang dengan satu tangan pada bagian bawah. Lutut sedikit ditekuk, tangan yang lain membantu menahan bagian samping bola. Dorong bola ke depan atas menggunakan satu lengan lurus. Bersamaan itu, pinggul, lutut, dan tumit naik. Lepasnya bola disertai dengan lecutan tangan.
Setiap regu basket saat bermain pasti menginginkan regunya menang. Untuk mencapai kemenangan, maka harus dapat mempertahankan daerah dari serangan lawan.
a. Pertahanan
Pertahanan merupakan teknik dalam permainan bola basket untuk mempertahankan daerahnya dari serangan lawan. Para pemain bertahan harus berusaha menghalangi pemain lain yang ingin memasukkan bola ke dalam keranjang.
  1. Pertahanan satu lawan satu. Tugas pemain bertahan selalu mendekati pemain penyerang yang sedang membawa bola.
  2. Pertahanan daerah. Tugas pemain bertahan harus menjaga ketat daerah yang harus dijaganya, juga mengawasi bola di daerahnya
b. Penyerangan
Untuk menentukan pola penyerangan, kamu harus belajar mengetahui sistem pertahanan lawan. Berikut contoh sistem penyerangan bentuk diamond (1.3.1).
Keterangan:
--> = arah serangan
X1 = pengolah bola
X2, X3 = penembak dari sisi luar
X4, X5 = penembak loncat
Bermain bola basket memerlukan daya tahan tubuh yang prima. Permainan bola basket ini terkenal sebagai permainan yang bersih karena peraturannya yang sangat ketat. Untuk dapat memenangkan permainan ini, perlu adanya kemampuan teknik dan kerja sama tim yang kompak. Capailah kemenangan dalam bermain dengan menjunjung tinggi jiwa sportivitas, dan jadikan lawanmu sebagai teman berlatih kamu.

Tolak Peluru

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik dalam nomor lempar. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Peluru ini merupakan peralatan utama dalam olahraga ini. Bentuknya bulat seperti bola dan terbuat dari besi. Tolak peluru yaitu olahraga atletik dengan menggunakan peluru. Peluru dilempar dengan cara ditolakkan ke arah sasaran. Dalam melaksanakan tolakan, kamu dapat menggunakan gaya menyamping atau membelakangi sektor lemparan. 
Berat peluru disesuaikan dengan penggunanya, antara lain:
  • Untuk senior putra = 7,257 kg
  • Untuk senior putri = 4 kg
  • Untuk junior putra = 5 kg
  • Untuk junior putri = 3 kg
Lapangan Tolak Peluru
Konstruksi : Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok
yang dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen ,aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih. Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.

a. Cara memegang peluru
Supaya dalam menolak peluru dapat berhasil secara maksimal dan tidak jatuh, maka perlu memperhatikan cara-cara memegang peluru dengan benar. Adapun cara memegang peluru, sebagai berikut.
  • Peluru diletakkan pada telapak tangan dan dipegang jari-jari tangan.
  • Peluru diletakkan di atas jari telunjuk, tengah, dan jari manis. Sedang ibu jari dan kelingking menahan peluru di samping.
  • Peluru diletakkan di atas jari-jari, sedang ibu jari sebagai penahan.
b. Cara meletakkan peluru
Setelah peluru dipegang dengan benar, kemudian peluru ditempelkan pada leher di bawah rahang dan didukung dengan tangan. Peluru bagian atas menempel pada dagu dan siku tidak lebih dari 90 derajat.

c. Cara menolak
1) Persiapan
Berdiri kangkang, rileks selebar bahu, posisi menyamping arah tolakan. Tangan kanan memegang peluru dan letakkan pada leher di bawah rahang dan menempel bahu. Siku tangan kiri dibengkokkan di depan dada. Pandangan ke arah tolakan.
2) Gerakan
Gunakan kaki yang terdekat dengan sektor lemparan sebagai kaki ayun untuk persiapan menolak. Pada saat kaki ayun di depan, putar pinggang ke arah sektor lemparan dan pinggul membantu untuk mendorong ke arah depan atas, dan tubuh condong ke depan. Pandangan tertuju ke arah tolakan
3) Akhir
Kaki kanan digerakkan ke depan menggantikan kaki kiri sebagai tumpuan. Kaki kiri lurus ke belakang dengan rileks, lutut kaki kanan agak ditekuk. Pandangan tertuju ke arah tolakan.

Gaya Tolakan
Dalam tolak peluru ada 2 gaya tolakan yang dapat dilakukan, yaitu :
1. Gaya ortodok/menyamping
Gaya ortodok adalah suatu gerakan menolak pada cabang tolak peluru dan posisi tubuh menyampingi sector tolakan, gerakan ini juga disebut gaya menyamping. Cara melakukan tolakan :
  1. Posisi tubuh berdiri ditengah lapangan tolak dan menyampingi sector lemparan
  2. Tangan kanan keatas sambil membawa peluru
  3. Tangan ditekuk dan peluru diletakkan dileher tepatnya berada dibawah telinga
  4. Kaki kanan dibuka selebar bahu
  5. Condongkan badan kedepan
  6. Ayunkan kaki kiri
  7. Kaki kanan lompat dan geser kekiri
  8. Lakukan tolakan dengan cara mendorong peluru ( bukan lempar peluru )
  9. Kaki kanan melangkah kedepan sebagai gerak lanjutan
2. Gaya o’bryan
Gaya o’bryan adalah suatu gerakan menolak pada cabang tolak peluru dan posisi tubuh
membelakangi sector tolakan, gaya ini sering disebut sebagai gaya membelakangi. Cara melakukan tolakan :
  1. Posisi tubuh berdiri ditengah lapangan tolak peluru dan membelakangi sector lemparan.
  2. Tangan kanan keatas sambil membawa peluru.
  3. Tangan ditekuk dan peluru diletakkan dileher tepatnya berada dibawah telinga.
  4. Kaki kanan melangkah kedepan diikuti dengan condongan badan kedepan.
  5. Ayun kaki kiri
  6. Kaki kanan digeser kebelakang
  7. Kemudian putar tubuh dan lakukan tolakan
  8. Kaki kanan melangkah kedepan sebagai gerak lanjutan.
Teknik Setelah Gerakan Akhir Menolak
Teknik setelah gerakan akhir menolak, yaitu:
  • Setelah peluru lepas dari tangan, secepatnya kaki belakang diturunkan atau mendarat menempati tempat kaki depan/kaki tumpu dengan lutut agak dibengkokkan.
  • Selanjutnya kaki tumpu diangkat ke belakang lururs dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan.
  • Badan condong ke samping kiri depan, dagu diangkat, pandangan ke arah jatuhnya peluru.
  • Tangan kanan dibengkokkan berada di depan sedikit agak ke bawah badan, tangan atau lengan kiri lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan.
Kegagalan Tolakan Peluru
  1. Menyentuh balok batas sebelah atas,
  2. Menyentuh tanah di luar lingkaran,
  3. Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah,
  4. Dipanggil selama 3 menit belum menolak,
  5. Peluru ditaruh di belakang kepala,
  6. Peluru jatuh di luar sektor lingkaran,
  7. Menginjak garis lingkaran lapangan,
  8. Keluar lewat depan garis lingkaran,
  9. Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang,
  10. Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan.

Permainan Softball

Sebagian besar siswa belum banyak yang tahu mengenai softball. Untuk itu, sebaiknya kita mengenal sejarahnya terlebih dahulu. Permainan softball diciptakan oleh George Hensock (Amerika Serikat) pada tahun 1887. Peraturan permainan mulai disusun oleh Lewis Robert pada tahun 1906. Matthew kemudian mulai mengembangkannya pada tahun 1916. Tahun 1969 untuk pertama kalinya softball masuk dalam acara pertandingan pada PON VII di Surabaya. Induk organisasi softball adalah PERBASASI (Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia).

Perlengkapan Softball
Untuk memainkan softball kita perlu memperhatikan hal-hal berikut.
  • Saat bermain harus memakai kostum seragam dengan ketentuan bagian depan kaos
    ditulis nama daerah (perkumpulan) dan bagian belakang nomor punggung.
  • Perlengkapan untuk penjaga memakai glove semacam sarung tangan, terbuat dari kulit agak tebal dengan ukuran berat 283,33 gram. Untuk penjaga belakang (catcher) selain memakai glove, juga dilengkapi dengan pelindung muka atau kepala yang disebut masker/face mask dan pelindung badan yang disebut body protector.
  • Bola dibuat dari kulit berwarna putih dengan keliling 30,5 cm. Pemukul biasanya terbuat dari kayu dengan ukuran panjang 86,4 cm.

Pemain
Jumlah pemain softball setiap regunya 9 orang. Dari sembilan pemain harus ada yang ditunjuk sebagai kapten regu. Adapun susunan pemain sebagai berikut.
Pemain 1 : pitcher
Pemain 2 : catcher
Pemain 3 : first baseman
Pemain 4 : second baseman
Pemain 5 : third baseman
Pemain 6 : short shop
Pemain 7 : left fielder
Pemain 8 : center fielder
Pemain 9 : right fielder

Lapangan Softball
Bentuk lapangan permainan softball adalah bujur sangkar dengan ukuran panjang tiap-tiap sisinya adalah 16,76 meter. Jarak dari home base ke tempat pelempar adalah 13,07 meter. Tempat pelempar berdiri seluas 60 x 15 cm. Permainan softball ada 3 base (base I,II,III), sedang base IV langsung dilalui dan merupakan tempat untuk memukul. Base terbuat dari karpet karet dengan ukuran 38 x 38 cm dan tebal sampai 12,5 cm. Sedangkan khusus home base IV dengan ukuran 43 x 21,5 cm dengan sisi puncaknya berukuran 30 cm. Perpanjangan garis dari home base ke base I dan ke base III dinamakan garis batas atau sektor. Gunanya untuk menentukan jatuhnya bola di dalam atau di luar garis batas tersebut.


Teknik Dasar Pelambung (Pitcher)
  • Siswa berdiri berpasangan melakukan lempar tangkap. Lemparan bola dilakukan dari arah bawah. Lakukan dengan mengayun tangan dari belakang ke depan.
  • Berdiri sikap melangkah, bola dipegang di depan badan, pandangan ke arah pemukul. Tangan yang memegang bola diputar ke atas, ke belakang lalu ke depan. Sebelum tangan kembali ke sikap awal pada saat tangan kanan di samping badan lepaskan bola ke depan dan usahakan ketinggian bola di antara lutut dan bahu pemukul. Akhiri gerakan kaki kanan ke depan, berat badan dibawa ke depan.
Teknik Memegang Tongkat
Kayu pemukul dipegang erat dengan dua tangan saling merapat. Sendi antara kedua dan
ketiga jari-jari tangan yang di atas segaris dengan pertengahan ruas ketiga jari tangan yang ada di bawahnya. Ada 3 cara yang dapat dilakukan untuk memegang tongkat/stick softball.
  • Pegangan bawah: tongkat dipegang dekat bonggol.
  • Pegangan tengah: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 2,5 cm/ 5 cm dari bonggol.
  • Pegangan atas: tongkat dipegang dengan posisi tangan bawah 7,5 cm/ 10 cm dari bonggol.
Cara Bermain Softball
  1. Regu yang mendapat giliran memukul, setiap pemain mendapat kesempatan 3x memukul. Jika pukulan yang pertama atau kedua sudah baik, pemukul harus segera lari.
  2. Urutan pemukul ditentukan oleh nomor urut yang telah ditentukan sebelum permainan dimulai.
  3. Tiap-tiap base hanya boleh diisi oleh seorang pemain pemukul, di mana pemukul pertama tidak boleh dilalui pemukul kedua dan seterusnya.
  4. Pemain bebas mengadakan gerakan selama bola dalam permainan, kecuali bila pitcher sudah siap untuk melempar bola kepada pemukul.
  5. Pada waktu akan di “tik” pelari tidak boleh menghindar dengan berlari keluar atau ke dalam dari batas yang telah ditentukan.
Strike
Strike akan dihitung bila terjadi hal-hal berikut.
  1. Bola yang dipukul, baik kena atau tidak kena.
  2. Lemparan yang baik (antara bahu dan lutut) tetapi tidak dipukul.
  3. Bola yang dipukul meleset keluar. Apabila pukulan itu terus-menerus meleset, maka akan diulang sampai pukulan tadi baik. Kecuali bila pukulan meleset itu melambung dan tertangkap regu penjaga, maka pemukul itu langsung mati.
Free Walk
Free walk (lari bebas bagi pemukul) diberikan bila terjadi hal-hal berikut.
  1. Pitcher melempar bola 4 x (4x pula melakukan ball atau salah).
  2. Pemukul dihalang-halangi oleh regu penjaga pada waktu akan menuju ke base.
  3. Bila semua base terisi, sedangkan pemukul telah 3x tidak mengenai pukulannya disebabkan pitcher melemparkan bolanya salah terus atau ball.
Cara Mematikan Pemain dan Pertukaran Tempat

Cara mematikan pemain dengan jalan di “tik” sebelum pelari sampai mengenai base. Pertukaran tempat antara regu pemukul dan regu penjaga terjadi bila regu pemukul dinyatakan tiga kali mati.

Cara Mendapatkan Angka
Setiap pelari dengan pukulan yang baik dapat kembali dengan selamat melampaui home base mendapat nilai 1. Setiap pelari yang menuju base harus berada di base tadi dan tidak boleh lewat. Apabila lewat boleh di “tik” kecuali lari pada base yang pertama boleh lewat (tetapi tidak berpura-pura dengan maksud agar langsung ke base kedua). Jika ada bola yang dipukul melambung dan dapat tertangkap oleh regu penjaga, maka si pemukul langsung dinyatakan mati. Para pemain lainnya harus kembali ke base yang semula ditempati dengan cepat agar basenya tidak dibakar. Pemain yang telah dinyatakan mati tidak dapat melanjutkan perjalanannya. Ia harus masuk kotak (tempat yang disediakan) untuk menunggu gilirannya memukul lagi.

Lamanya Permainan
Lama bermain ditentukan dengan inning dan lamanya permainan softball adalah 7 inning. Apabila nilai yang diperoleh masing-masing regu jumlahnya sama selama permainan 7 inning itu, maka pertandingan dapat dilanjutkan dengan menambah inning. Dalam peraturan internasional, apabila regu menolak permainan ulang atau inning yang ditetapkan oleh wasit, maka ia dinyatakan kalah dengan angka 0 - 7.

      Jumat, 29 November 2013

      Senam Ritmik

      Senam ritmik/senam irama adalah serangkaian gerakan senam bebas yang dilakukan dengan iringan musik, nyanyian, tepukan, dan lain-lain. Iringan yang termudah dan sederhana adalah nyanyian dan tepukan. Gerakan senam ritmik ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat, seperti pita, tongkat, bola, topi, dan sebagainya. Senam ini biasa dilakukan secara bersama-sama. Musik yang dipakai untuk mengiringi gerakan senam ini haruslah musik dengan tempo agak cepat, seperti disko, pop, dan dangdut. Jika menggunakan nyanyian maka nyanyian itu haruslah yang bersifat gembira.

      Untuk lebih jelasnya mari kita lakukan gerakan-gerakan senam ritmik dengan baik. Agar latihan lebih serius dan bersemangat lakukanlah gerakan secara berpasangan ataupun kelompok. Gerakan-gerakan senam ritmik dapat dilakukan dengan beberapa macam gerakan. Gerakan-gerakan tersebut adalah sebagai berikut.

      1. Jalan di Tempat
      Jalan di tempat dapat dilakukan dengan gerakan-gerakan sebagai berikut.
      • Sikap badan berdiri tegak, kaki rapat, pandangan lurus ke depan, kedua tangan mengepal dan lurus ke bawah di samping badan.
      • Angkatlah kaki kanan yang diikuti kaki kiri dengan paha rata air, yang disertai ayunan tangan kanan dan kiri. Pada gerakan keempat lakukanlah tepuk tangan untuk menyemangatkan gerakan. Lakukanlah gerakan sebanyak 2 × 8 hitungan
      2. Melangkah/Lari
      Melangkah/lari dapat dilakukan dengan gerakan-gerakan sebagai berikut.
      • Lakukan gerakan melangkahkan kaki kanan ke depan yang diikuti langkah kaki kiri.
      • Langkah kaki diimbangi dengan ayunan tangan, yakni kebalikan dari gerakan kaki. Lakukan gerakan melangkahkan kaki ini dengan berirama atau mengikuti iringan suara musik dan kecepatan gerakan semakin lama semakin meningkat.
      3. Jingkat
      Jingkat dapat dilakukan dengan gerakangerakan sebagai berikut.
      • Lakukan gerakan melompat dengan satu kaki dan mendarat dengan kaki yang sama.
      • Di saat melompat kedua tangan diangkat ke atas sambil menyuarakan teriakan/yel-yel. Gerakan melompat dilakukan dengan mengikuti irama musik atau hitungan.
      4. Melompat
      Melompat dapat dilakukan dengan gerakan-gerakan sebagai berikut.
      • Lakukan gerakan melompat dengan kedua kaki dan tumpuan dengan kedua kaki pula. Di saat melompat putar kedua tangan ke depan sambil menyuarakan teriakan/yel-yel. Di saat mendarat kedua tangan di lurus ke belakang agak ke bawah.
      • Lakukan gerakan melompat kembali, tetapi di saat melompat putar kedua tangan ke belakang. Di saat mendarat kedua tangan lurus ke depan. Gerakan lompatan tetap diiringi dengan teriakan. Semua gerakan dilakukan dengan mengikuti irama musik atau hitungan.
      5. Loncat Serong
      Loncat serong dapat dilakukan dengan gerakan-gerakan sebagai berikut.
      • Lakukan gerakan lari-lari kecil dengan langkah gerakan menyesuaikan hitungan dan irama. Ketika ada pada hitungan keempat lakukan gerakan meloncat dengan kaki kiri dan tumpuan dengan kaki yang sama. Saat meloncat kaki kanan dan kedua tangan serong ke samping kanan.
      • Setelah pendaratan dari loncatan pertama, lakukan gerakan lari-lari kecil lagi. Pada hitungan ke depalan, lakukan loncatan dengan kaki kanan dan tumpuan pada kaki yang sama. Saat meloncat kaki kiri dan kedua tangan serong ke samping kiri.

      Senam Lantai

      Senam lantai merupakan salah satu dari rumpun senam. Sesuai dengan namanya senam lantai, maka gerakan-gerakannya atau bentuk latihannya dilakukan di lantai. Senam lantai disebut juga latihan bebas, oleh karena itu pada waktu melakukan gerakan senam tidak menggunakan benda-benda atau alat-alat lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga keselamatan ketika melakukan senam lantai, antara lain:
      • Melakukan pemanasan sebelum beraktivitas.
      • Gerakan dimulai dari yang mudah ke yang sukar.
      • Konsentrasi penuh pada saat melakukan gerakan.
      • Mematuhi ketentuan-ketentuan tekniknya maupun instruktur/guru olahraga.
      • Berpakaian senam yang sesuai.
      • Melakukan pendinginan/relaksasi sesudah melakukan aktivitas latihan.
      Tujuan melakukan senam lantai, selain peningkatan dalam melakukan bentukbentuk latihan senam lantai juga sebagai latihan yang kelak akan mempermudah melakukan bentuk latihan lain atau gerakan senam alat. Bentuk-bentuk latihan senam lantai bermacam-macam gerakannya. Di antaranya sebagai berikut.

      1. Guling Depan (Forward Roll)
      Guling ke depan adalah gerakan berputar ke depan dengan posisi badan membulat dan dilakukan di lantai atau matras. Latihan guling ke depan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu guling depan dengan awalan jongkok dan guling depan dengan awalan berdiri.
      a. Guling depan awalan jongkok
      Cara melakukan latihan guling depan awalan jongkok, yaitu sebagai berikut.
      • Posisi awal kaki jongkok dengan kedua telapak tangan menapak di matras.
      • Pantat diangkat ke atas dan kedua sikut dibengkokkan.
      • Kepala dimasukkan di antara kedua tangan.
      • Berat badan berada di depan dan bertumpu pada pundak.
      • Gulingkan badan lurus ke depan.
      • Kedua tangan memeluk lutut sehingga posisi badan bulat.
      • Mendarat dengan kedua kaki ditekuk.
      • Badan jongkok dengan kedua tangan diluruskan ke depan.
      b. Guling depan awalan berdiri
      Cara melakukan gerakan guling depan awalan berdiri adalah sebagai berikut.
      • Sikap awal berdiri tegak, kedua kaki rapat, dan kedua tangan di samping badan serta pandangan lurus ke depan.
      • Gerakannya sama seperti pada gerakan guling ke depan dari sikap awal jongkok, tetapi pada waktu badan berguling ke depan kedua tungkai tetap lurus.
      • Pada waktu kedua tumit menyentuh lantai, secepat mungkin badan didorong ke depan sehingga berat badan terbawa ke depan.
      • Kedua telapak tangan ditolakkan pada lantai untuk membantu mendorong badan ke atas sehingga badan berdiri tegak.
      • Sikap akhir berdiri tegak dan kedua kaki rapat, kedua tangan lurus ke atas agak serong ke belakang, serta badan agak melenting ke belakang. Pandangan lurus ke depan.
      c. Kesalahan gerakan
      Kesalahan yang sering terjadi dalam melakukan gerakan berguling ke depan adalah sebagai berikut.
      • Tidak mengangkat pantat ke atas sehingga kedua lutut tidak lurus.
      • Tidak mendorong badan ke depan sehingga berat badan masih berada pada kedua kaki.
      • Tidak membengkokkan kedua sikut ke samping sehingga sulit untuk memasukkan kepala di antara kedua tangan.
      • Sebelum seluruh tengkuk menyentuh lantai, kedua kaki sudah ditolakkan sehingga tidak berguling tetapi jatuh telentang.
      • Pada saat badan berguling ke depan, tidak segera melipat kedua lutut dan tidak membulatkan badan.
      2. Guling Belakang (Back Roll)
      Guling ke belakang adalah gerakan berputar ke belakang dengan posisi badan membulat dan dilakukan di lantai. Latihan guling ke belakang dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu guling belakang dengan awalan jongkok dan guling belakang dengan awalan berdiri.
      a. Guling belakang dengan awalan jongkok
      Cara melakukan gerakan guling belakang dengan awalan jongkok, adalah sebagai berikut.
      • Sikap awal kaki jongkok dan kedua tangan di samping telinga.
      • Posisi telapak tangan menghadap ke atas.
      • Gerakannya, jatuhkan badan ke belakang mulai dari pantat dan punggung.
      • Pada waktu bahu mengenai matras, lutut segera ditarik ke belakang ke arah kepala.
      • Pada saat kedua kaki menyentuh matras, kedua tangan cepat diturunkan dan menolak ke atas membantu berguling.
      • Setelah berhasil berputar, badan kembali ke posisi jongkok. Kedua tangan diluruskan ke depan.
      b. Guling belakang dengan awalan berdiri
      Cara melakukan gerakan guling belakang dengan awalan berdiri, yaitu sebagai berikut.
      • Sikap awal berdiri tegak dengan kedua kaki rapat, dan kedua lengan di samping badan.
      • Gerakannya, yaitu membungkukkan badan, pelan-pelan berat badan dibawa ke pinggul belakang.
      • Kedua kaki tetap lurus dan kedua lengan juga lurus, telapak tangan menghadap ke matras.
      • Pada saat berat badan berada pada pinggul belakang dan kedua telapak tangan serta pantat menyentuh matras, segera angkat kedua kaki lurus ke atas belakang.
      • Kedua telapak tangan ditumpukan di samping telinga dan badan berguling ke belakang.
      • Pada waktu ujung kaki menyentuh matras di belakang kepala, segera kedua tangan diluruskan sehingga badan terangkat lurus tengkurap.
      • Sikap akhir, kedua telapak tangan segera ditolakkan pada matras sehingga badan berdiri tegak seperti sikap permulaan.
      c. Kesalahan gerakan
      Kesalahan yang sering terjadi saat melakukan gerakan berguling ke belakang, adalah sebagai berikut.
      • Gerakannya tidak berguling ke belakang, tetapi menjatuhkan badan ke belakang sehingga punggung jatuh dan sulit untuk menarik lutut.
      • Pada saat berguling kedua lutut tidak ditarik ke dekat dada, badan dan kaki tetap terangkat sehingga jatuh telentang.
      • Ketika kedua ujung kaki menyentuh matras, tidak menolakkan kedua tangan pada matras sehingga kedua tangan tidak lurus, badan dan kepala tidak terangkat.
      • Pada saat badan berguling, sebelum kedua ujung kaki menyentuh matras, kedua tangan sudah ditolakkan dengan kuat sehingga badan terangkat melayang di udara dan jatuh tertelungkup.
      3. Berdiri dengan Kepala (Headstand)
      Berdiri dengan kepala adalah suatu gerakan menegakkan badan lurus ke atas dengan kepala dan kedua tangan sebagai tumpuan. Gerakan ini sebaiknya dilakukan di lantai agar mudah untuk melakukannya. Headstand dapat dilakukan dengan bantuan teman maupun tanpa bantuan.
      a. Headstand dengan bantuan teman
      Cara melakukan gerakan headstand dengan bantuan teman adalah sebagai berikut.
      • Siswa perpasangan, yang satu membantu.
      • Kedua telapak tangan dan kepala bertumpu pada lantai atau matras.
      • Pasangannya membantu mengangkat kedua kaki ke atas lurus.
      • Setelah lurus dan kuat, lepaskan bantuan perlahan-lahan.
      • Tahan sikap headstand selama beberapa saat.
      • Kembali ke awal dan dilakukan bergantian dengan temanmu.
      b. Headstand tanpa bantuan
      Cara melakukan gerakan berdiri dengan kepala tanpa bantuan adalah sebagai berikut.
      • Sikap permulaan duduk jongkok.
      • Kemudian kedua tangan diletakkan di matras selebar bahu.
      • Selanjutnya kepala diletakkan di matras di depan kedua tangan.
      • Posisi kepala dan kedua tangan membentuk sudut segitiga.
      • Kedua tangan dan kepala menjadi tumpuan berat badan.
      • Pantat diangkat ke atas diikuti dengan meluruskan kaki ke atas.
      • Kedua kaki rapat dan pertahankan posisi ini untuk beberapa saat.
      Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat melakukan gerakan berdiri dengan kepala, yaitu:
      • Dalam meletakkan kedua telapak tangan dan kepala di matras tidak membentuk segitiga.
      • Jarak kedua telapak tangan dan kepala di matras terlalu lebar atau sempit.
      • Pada saat mengangkat panggul dan kaki ke atas terlalu keras atau lemah sehingga tidak bisa berdiri dengan baik.
      4. Berdiri Bertumpu Kedua Tangan (Handstand)
      Berdiri dengan tangan (handstand) adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kedua tangan dengan sikut-sikut lurus dan kedua kaki lurus ke atas. Gerakan ini sebaiknya dilakukan di tempat yang keras agar mudah melakukannya, misalnya lantai. Gerakan handstand dapat dilakukan dengan bantuan teman maupun tanpa bantuan teman.
      a. Handstand dengan bantuan teman
      Cara melakukan handstand dengan bantuan teman adalah sebagai berikut.
      • Siswa berpasangan, yang satu membantu.
      • Sikap membungkuk dengan kedua telapak tangan bertumpu pada matras.
      • Pasangannya mengangkat kedua kaki ke atas lurus.
      • Setelah lurus dan dirasa kuat, bantuan dilepaskan perlahan-lahan.
      • Tahan selama beberapa saat.
      • Kembali ke sikap semula dan dilakukan bergantian dengan temanmu.
      b. Handstand tanpa bantuan
      Cara melakukan gerakan berdiri bertumpu kedua tangan tanpa bantuan adalah sebagai
      berikut.
      • Sikap awal berdiri tegak, kaki kiri sedikit ke depan dan kaki kanan di belakang.
      • Bungkukkan badan ke depan dengan kedua telapak tangan diletakkan pada matras, lengan lurus ke depan.
      • Bengkokkan lutut kaki kiri dan luruskan kaki kanan ke belakang, berat badan berada pada kedua tangan.
      • Ayunkan kaki kanan lurus ke atas disusul dengan mengayunkan kaki kiri ke atas.
      • Rapatkan kedua kaki lurus ke atas, dan kedua tangan tetap lurus serta pandangan menghadap ke bawah.
      • Pertahankan posisi ini dan jaga keseimbangan agar tidak jatuh.
      • Apabila belum bisa melakukan gerakan ini, temanmu dapat membantu untuk memegangi kaki.
      Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada saat melakukan gerakan berdiri dengan kedua tangan, yaitu:
      • Pinggang terlalu melenting.
      • Posisi kepala atau muka tidak menghadap ke bawah.
      • Sikut-sikut tangan tidak lurus atau bengkok.
      • Penempatan tangan di lantai terlalu lebar atau terlalu sempit.
      • Ayunan kaki ke atas kurang baik (terlalu atau kurang ke depan dan lutut dibengkokkan).