Rabu, 05 Desember 2012

Laporan Hasil Kunjungan

Laporan adalah urutan yang menjelaskan kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan tersebut dapat berupa kegiatan perjalanan atau pengamatan. Ada beberapa hal yang perlu dikemukakan pada laporan hasil pengamatan, yaitu : tempat yang dikunjungi, waktu dan tujuan kunjungan, dan hal-hal menarik yang ditemui selama kunjungan.

Laporan pengamatan didasarkan pada hasil penglihatan, pendengaran, atau hasil penginderaan kita. Laporan pengamatan hendaknya mengemukakan hal-hal penting dan menarik. 
 
Menentukan Isi Laporan 
Hal penting dalam sebuah laporan tentunya adalah isi dari laporan tersebut. Isi sebuah laporan dapat kita tentukan setelah kita membaca sebuah laporan secara lengkap. Berikut ini beberapa contoh laporan hasil pengamatan.
Contoh 1 :
Laporan Hasil Pengamatan
Tempat kegiatan     : SD Mekar Makmur
Hari, tanggal             : Sabtu, 26 Maret 2011
Waktu                        : 08.00-11.00
Pengamat                  : Rahmat
Hasil pengamatan    :
Pada hari Sabtu, 26 Maret 2011, SD mekar makmur mengadakan lomba. Lomba diadakan mulai pukul 08.00 – 11.00. peserta lomba adalah siswa kelas satu sampai kelas enam. Semua kelas membersihkan kelas. Kemudian, mereka menata kelas dengan rapi.
  • Isi laporan di atas adalah lomba kebersihan kelas  
  • Perbaikan kalimat yang dicetak miring dalam laporan di atas adalah :Setiap kelas membersihkan kelas
Contoh 2 :
Lomba cerdas cermat dimulai pukul 08.30 di balai desa. Lomba berjalan dengan lancar. Para peserta menunjukkan kebolehan mereka. Angka demi angka diperoleh para peserta. Lomba berakhir pukul 12.00. Lomba dimenangkan oleh SD Mutiara Timur.
  • Isi laporan tersebut adalah : Lomba cerdas cermat dimenangkan oleh peserta SD Mutiara Timur
  • Perbaikan kalimat yang dicetak miring adalah : Peserta menunjukkan kebolehan mereka
Contoh 3 :
Pada hari Selasa 11 Maret 2011 rumah Pak Agus dimasuki orang tak dikenal. Saat kejadian, rumah pak Agus dalam keadaan kosong. Pak Agus dan keluarganya sedang ke luar kota. Menurut informasi dari pak Agus, orang tak dikenal tersebut membawa sejumlah perhiasan dan uang. 
  • Isi dari laporan di atas adalah : Terjadi pencurian di rumah Pak Agus, barang yang hilang adalah perhiasan dan uang.
  • Penulisan yang tepat pada kalimat yang dicetak miring adalah : Pada hari Selasa, 11 Maret 2011 rumah Pak Agus dimasuki orang tak dikenal
Pembenahan Ejaan
Ejaan dalam laporan arus menggunakan ejaan yang benar. Untuk dapat menentukan ejaan yang benar harus diperhatikan setiap bagian tulisan. Ejaan yang dimaksud dalam laporan dapat berupa penggunaan huru kapital dan penggunaan tanda baca. Perhatikan beberapa contoh penggunaan ejaan dalam laporan berikut ini :
Contoh 1 :
Sungai Kuning terletak di pinggir desa kuning. Air Sungai Kuning masih jernih dan bersih. Aliran air Sungai Kuning pun lancar dan tidak terhalang sampah. Pantas saja penduduk desa masih menggunkan air Sungai Kuning untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kalimat yang dicetak miring menggunakan ejaan yang kurang tepat. Pembenahan kalimat yang dicetak miring adalah: Sungai Kuning terletak di pinggir Desa Kuning.
Contoh 2 :
Kegiatan kunjungan kemuseum diadakan hari Sabtu 19 Nopember 2011. Kunjungan dilakukan oleh semua siswa-siswi kelas V SD. Para siswa berangkat dari sekolah pukul 08.00 dengan mengendarai bus. Para siswa tiba di museum pada pukul 08.40.
Perbaikan kalimat yang dicetak miring tersebut adalah : Kegiatan kunjungan ke museum diadakan pada  hari Sabtu,  19 Nopember 2011.
Contoh 3:
Laporan Kunjungan ke Museum BRI
Tempat       : Purwokerto
Waktu          : Minggu 13-11-2011

Hasil Kunjungan :
Museum Bank Rakyat Indonesia (BRI)  terletak di Kota Purwokerto. Kota Purwokerto merupakan kota yang kecil dan sudah berusia 429 tahun. Museum BRI terletak di Jalan Bank. Kota Purwokerto mudah diingat oleh masyarakat karena makanan khas Mendhoan yang terbuat dari tempe kedelai.
Perbaikan ejaan pada keterangan waktu dalam laporan di atas adalah : Minggu, 13 Nopember 2011

Melengkapi Laporan Rumpang
Laporan rumpang adalah laran yang sengaja dihilangkan salah satu bagiannya. Bagian laporan : tempat yang dikunjungi, waktu dan tujuan kunjungan, dan hal-hal menarik yang ditemui selama kunjungan. Tugas kita adalah melengkapinya dengan bagian yang tepat. Perhatikan contoh laporan berikut ini :
Contoh 1 :
Laporan Pengamatan
Tempat Kunjungan : Perpustakaan Daerah Kabupaten Gresik
Waktu  Kunjungan  : Sabtu, 28 Maret 2012
Tujuan Kunjungan  : Mengamati keadaan perpustakaan
Hasil Kunjungan      :........
Pada bagian hasil kunjungan dapat kita isi dengan hasil pengamatan kita. Misalnya : Perpustakaan Daerah Kabupaten Gresik mempunyai 4 orang pegawai, 15.000 buku fiksi, dan 11.000 buku non fiksi.

Contoh 2 :
Laporan Hasil Kegiatan
Nama Kegiatan        :......
Waktu pelaksanaan : Sabtu, 28 Maret 2012
Tempat                     : Halaman Sekolah Bina Bangsa
Kegiatan                   : Upacara, Lomba LKBB, tali temali
Nama kegiatan dapat ditentukan dengan melihat pada kegiatan yang dilakukan. Kegiatan pada laporan tersebut adalah : upacara, Lomba LKBB, dan tali temali. Dari kegiatan tersebut dapat kita tentukan nama kegiatan yaitu : Latihan Pramuka. 
 
 

Selasa, 04 Desember 2012

PRIM EDGE

LE FASHION BLOG OUTFIT COLLAGE Tibi Faille Peplum Shell Elizabeth and James Lafayette Cat Eye Sunglasses Kenneth Jay Lane Three Row Necklace ALICE by Temperley Liberty Faux Leather Skinny Pants Alexander Wang Trigone Haircalf Long Wallet Just Acces Set Of Three Best Rings Michael Kors MK5725 Silver Chronograph Watch Deborah Lippmann Nail Polish in Billionaire Valentino Rockstud Patent Noir Sling Back Heels

1. Tibi Faille Peplum Shell Top
2. Elizabeth and James Lafayette Cat Eye Sunglasses
3. Kenneth Jay Lane Three Row Necklace
4. ALICE by Temperley Liberty Faux Leather Skinny Pants
5. Alexander Wang Trigone Haircalf Long Wallet
6. Just Acces Set Of Three Best Rings
7. Michael Kors MK5725 Silver Chronograph Watch
8. Deborah Lippmann Nail Polish in Billionaire
9. Valentino Rockstud Patent Noir Sling Back Heels

Menyusun Paragraf Berdasarkan Gambar

Gambar seri adalah rangkaian gambar yang menceritakan suatu peristiwa. Setiap gambar menceritakan bagian dari cerita tersebut. Gambar tersebut dapat disusun secara urut sehingga membentuk sebuah cerita yang runtut. Langkah pertama mengurutkan gambar seri adalah menemukan judl cerita dalam gambar seri tersebut. Setelah menemukan judul dalam gambar seri tersebut, selanjutnya adalah menentukan peristiwa pertama yang mungkin terjadi dalam gambar tersebut. Selanjutnya, menentukan peristiwa yang lain yang disusun secara logis sehingga membentuk cerita yang runtut. 

Berikut ini adalah langkah-langkah menulis karangan berdasarkan gambar.
a. Berilah judul pada gambar dengan judul yang sesuai.
b. Apabila gambar belum urut, urutkan gambar-gambar yang ada secara logis.
c. Buatlah kalimat yang menceritakan gambar tersebut.
d. Susunlah kalimat-kalimat tersebut dengan baik, sehingga menjadi sebuah cerita
.

Perhatikan gambar seri berikut ini !
  • Judul pada gambar tersebut adalah Kecelakaan Sepeda Motor;
  • Gambar tersebut belum urut, urutkan yang logis adalah sebagai berikut : 4), 2), 3), dan 1;
  •  4) Seorang pengendara sepeda motor mengendarai motornya dengan sangat cepat. Tanpa memakai helm ia memacu motornya di jalan raya. 2) Sampai di perempatan jalan, pengendara motor tersebut tidak menghiraukan lampu lalu-lintas. Dia tetap menerobos, padahal lampu sedang berwarna merah. 3) Karena merasa melanggar peraturan lalu lintas, pengendara motor tersebut merasa tidak tenang. Ia mengendarai motornya dengan tergesa-gesa. Akhinya motor yang ia kendarai menghantam trotoar jalan. Pengendara motor tersebut terjatuh ke jalan raya, tubuhnya mengalami luka-luka. 1) Untung saja kecelakaan tersebut tidak jauh dari Puskesmas, sehingga pertolongan dapat segera diberikan. Petugas kesehatan dengan cepat menangani korban kecelakaan tersebut. Petugas kesehatan membantu mengangkat korban kecelakaan untuk dibawa ke puskesmas. 
Apabila gambar tersebut hanya satu, kita juga dapat menyusun sebuah paragraf berdasarkan gambar. Untuk menyusun paragraf berdasarkan gambar perlu diperhatikan gambar dengan teliti. 
Contoh 1 :
Dari gambar tersebut dapat disusun sebuah paragraf sebagai berikut :
Rani membawakan sebuah lagu dalam acara perpisahan siswa kelas VI. Banyak siswa lain yang menyaksikan penampilan Rani. Mereka kagum dengan kemampuan Rani menyanyikan sebuah lagu. 
Contoh 2:
Perhatikan gambar di samping ! Dari gambar tersebut dapat kita susun sebuah paragraf seperti berikut ini :
Kendaraan ini hingga kina masih digunakan. Rodanya ada dua. Ada yang dilengkapi lonceng dan ada pula keranjang kecil untuk menyimpan perbekalan. Kendaraan ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar minyak. Pengendaranya harus mengayuh kendaraan ini. 

Contoh 3 :
Perhatikan gambar di samping ! Dari gambar tersebut dapat kita susun sebuah paragraf seperti berikut ini :
Anak-anak sedang membersihkan halaman. Mereka bekerja secara bergotong-royong. Mereka mengambil sampah yang berserakan dari halaman sekolah. Sampah-sampah itu mereka kumpulkan dalam tong sampah. Setelah tong sampah tersebut penuh, baru dibawa ke tempat pembuangan sampah.

Menyusun Paragraf

Menyusun paragraf. Paragraf ialah rangkaian kalimat yang saling berhubungan dan rangkaian kalimat itu membentuk satu kesatuan pokok bahasan.  Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran, gagasan, atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung. Paragraf yang baik memiliki kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan.

1. Kesatuan
Kesatuan paragraf berarti bahwa paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok. Gagasan pokok diletakkan dalam sebuah kalimat utama. Dalam paragraf mungkin terdapat beberapa gagasan tambahan, tetapi gagasan-gagasan itu harus terfokus pada satu gagasan utama.

2. Kepaduan
Kepaduan paragraf adalah hubungan antara kalimat-kalimat dalam satu paragraf. Kalimat dalam sebuah paragraf berhubungan satu sama lain atau
terjalin secara logis. Dengan demikian, kalimat-kalimat di dalam sebuah paragraf  itu terpadu, berkaitan satu sama lain, untuk mendukung gagasan utama.

3. Kelengkapan
Kelengkapan paragraf berarti bahwa kelimat-kalimat penjelas sudah tuntas menjelaskan kalimat utama. 

Pada kisi - kisi ujian tahun ini kompetensi yang diujikan adalah :
  1. Menyusun pernyataan sesuai paragraf
  2. Mengartikan kata sulit
  3. Menentukan antonim
    Contoh 1 
         Tanah yang gersang, udara yang panas. Itulah ciri khas Bojonegoro. Tidak semua tanaman cocok di daerah semacam itu. Namun, tanaman tembakau justru sangat menyukainya. Di tanah kering dan udara panas menyengat, tanaman tembakau justru tumbuh subur.
    • Makna kalimat yang dicetak miring dalam paragraf tersebut adalah tidak semua tanaman cocok di daerah gersang dan panas 
    • Tanah yang gersang , udara panas. Arti kata gersang pada paragraf tersebut adalah tanah yang kering
    • Antonim kata panas dalam paragraf tersebut adalah dingin
    Contoh 2
         Di kelasku ada murid baru. Namanya Dodi. Dodi adalah siswa pindahan dari desa. Ternyata Dodi anak yang pandai. Dia mampu bersaing dengan murid-murid pandai di kelasku. Aku sangat kagun kepada Dodi. Meskipun bersal dari desa. Dodi tidak ketinggalan pelajaran. Dia bintang di kelas kami.
    • Maksud dari kalimat “Dodi bintang di kelas kami” adalah Dodi anak yang pandai 
    • Kata bersaing  dalam paragraf di atas berarti mengalahkan
    • Ternyata Dodi anak yang pandai. Antonim kata pandai pada kalimat di atas adalah bodoh
    Menyusun kalimat menjadi paragraf yang padu
    Untuk dapat menyusun kalimat menjadi paragraf yang padu. Kita harus menentukan kalimat yang merupakan gagasan utama dari beberapa kalimat yang disediakan. Kalimat yang merupakan gagasan utama menggunakan kata-kata yang bermakna umum. Setelah itu, barulah anda mencari kata kunci dari setiap kalimat. Kata kunci tersebut digunakan dalam beberapa kalimat. Paragraf yang baik harus memenuhi kriteria berikut:
    1. Memiliki satu ide pokok atau satu pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas.
    2. Antarkalimat saling bertautan sehingga membentuk satu kesatuan.


    Contoh 1 :
    1). Ada pula yang mencari daging buruan di hutan
    2). Penduduk desa akan mengadakan pesta rakyat
    3). Ada yang membuat pentas hiburan
    4). Semua bergotong royong menyiapkan acara tersebut
    Kalimat-kalimat tersebut akan menjadi paragraf yang padu jika diurutkan  2) – 4) – 3) – 1)
    Contoh 2:

    1). Teman-temanya yang ingin melihat dan mengajak Made bermain dengan papan catur itu
    2). Made merayakan ulang tahunnya yang keenam
    3). Ia senang sekali dengan hadiah itu
    4). Dia mendapat hadiah papan catur dari ayahnya
    5). Papan catur itu dibawa ke mana-mana
    Urutan kalimat acak di atas agar menjadi paragraf yang padu adalah 2) – 4) – 5) – 3) – 1)
    Contoh 3 :

    (1). Apabila kita malas membersihkan badan, badan kita akan gatal dan bau.
    (2). Tubuh kita selalu mengeluarkan minyak dan keringat jika beraktivitas.
    (3). Kita tidak boleh malas mandi

    (4). Mandi sangat penting. 
    Urutan kalimat acak di atas agar menjadi paragraf yang padu adalah 3) – 4) – 2) – 1)  

    Menentukan kalimat utama 
    Paragraf Deduktif
    Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.   

    Berikut ini contoh paragraf deduktif : 
    Contoh  1 :
    (1) Anak-anak sedang kerja bakti. (2)Ada yang membersihkan kelas, ada yang menanam bunga di halaman.(3) Mereka bekerja sangat kompak. (4) Semua saling membantu agar sekolah lebih indah dan rapi.
    Kalimat utama dari paragraf tersebut adalah :
    Anak-anak sedang kerja bakti
    Contoh 2 :
    (1) Sebuah bangkai pesawat ditemukan di Kepulauan Seribu, Jakarta. (2) Mesin buatan Amerika Serikat itu diduga diproduksi pada tahun1952. (3) Bangkai pesawat yang sudah berkarat dan dipenuhi karang itu berupa badan, sayap kanan, ekor, dan tiga roda. (4) Pesawat tersebut awalnya ditemukan dalam kondisi utuh.
    Kalimat utama paragraf tersebut terdapat pada kalimat nomor (1)

    Contoh 3 :
    Perayaan Tahun Baru yang berlangsung meriah di Jakarta meninggalkan sejumlah persoalan. (2) Satu di antara persoalan tersebut adalah rusaknya sejumlah taman kota di Jakarta. (3) Kerusakan taman ini seperti terlihat di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta. (4) Hampir semua tanaman hias yang berada di area tersebut rusak akibat terinjak-injak ribuan pengunjung.
    Kalimat utama paragraf tersebut ditandai dengan nomor (1)


    Paragraf Induktif
    Paragraf induktif adalah paragraf yang mempunyai kalimat utama di akhir paragraf.
    Contoh 1 :

    (1) Setiap orang tua tentu berharap anaknya kelak menjadi orang sukses. (2) Pendidikan yang tepat bagi anak sebenarnya tidak harus selalu dengan mengirimkan mereka ke sekolah favorit. (3) Pendidikan yang tepat bagi anak dapat dilakukan dengan cara mengarahkan sang anak sesuai minat dan bakat mereka. (4) Orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk menentukan pekerjaan apa yang sesuai dengan sang anak.
    Kalimat utama paragraf tersebut adalah nomor (4)
    Contoh 2 :
    (1) Panas atau demam yang tinggi selama beberapa hari dapat dicurigai sebagai demam berdarah. (2) Seseorang yang menderita demam berdarah juga mengalami pendarahan dari lubang hidung atau mimisan. (3) Selain itu, muncul bintik-bintik merah pada tubuh. (4) Semua gejala tersebut hendaknya diperhatikan sehingga jika terjadi gejala-gejala tersebut, penderita bisa ditolong dan ditangani dokter.
    Kalimat utama paragraf tersebut adalah nomor (4)
    Contoh 3 :
    (1) Tiap pagi Hasan berlari-lari mengelilingi pekarangan rumahnya. (2) Sesudah itu, ia senam pagi di halaman. (3) Sore hari digunakannya untuk bermain sepak bola di lapangan bersama teman-temannya. (4) Hasan memang suka berolahraga
    Kalimat utama paragraf tersebut adalah nomor (4) 

    Meringkas Paragraf 
    Meringkas paragraf artinya suatu cara merangkum atau menyajikan suatu bacaan atau karangan asli menjadi bentuk yang singkat. Berikut beberapa langkah-langkah meringkas suatu bacaan.
    1. Bacalah Bacaan atau karangan yang akan Anda ringkas dengan teliti.
    2. Temukan dan catatlah hal-hal yang penting dalam bacaan tersebut, atau cari gagasan utama atau ide pokoknya.
    3. Selanjutnya, mulailah meringkas dengan memperhatikan ide pokok yang sudah Anda catat tadi.
    Contoh 1 :
          Lingkungan yang bersih akan menjadikan hidup lebih sehat. Agar lingkungan tetap bersih, kita harus rajin membersihkannya. Lingkungan yang bersih akan lebih indah dipandang. Selain itu, kita akan nyaman tinggal di lingkungan tersebut. Jadi, jagalah lingkungan sekitar agar hidup kita lebih sehat.
    Kalimat ringkasan yang tepat sesuai isi paragraf di atas adalah Lingkungan yang bersih menjadikan hidup sehat, indah dipandang, dan nyaman

    Contoh 2 :
         Komputer sangat meringankan beban manusia dalam bekerja. Komputer dapat membantu manusia mengetik, menyimpan data, atau menganalisis data. Komputer tidak hanya membantu pekerjaan. Komputer dapat memberi hiburan bagi manusia. Saat bosan manusia bisa mendengarkan musik dan bermain game dari komputer.
    Ringkasan paragraf di atas adalah Komputer sangat bermanfaat bagi manusia.


    Menentukan Tema Paragraf

    Untuk memahami tema dapat dilihat dari ide pokok paragraf tersebut. Ide. Tema adalah inti atau ide pokok sebuah paragraf. Untuk menemukan tema pahami dulu ide pokok paragraf. Tema biasanya disimpulkan dalam satu kalimat. 

    Contoh 1 :
    Pak Andang adalah orang yang kaya raya di desaku. Ia adalah pengusaha mebel dan barang-barang antik. Meskipun kaya, ia baik hati. Saat orang lain membutuhkan pertolongan, ia tidak akan tinggal diam. Dengan ikhlas ia akan memberikan pertolongan.
    Tema dari paragraf tersebut adalah Pak Andang orang kaya yang baik hati

    Contoh 2 :
    Komputer sangat meringankan beban manusia dalam bekerja. Komputer dapat membantu manusia mengetik, menyimpan data, atau menganalisis data. Komputer tidak hanya membantu pekerjaan. Komputer dapat memberi hiburan bagi manusia. Saat bosan manusia bisa mendengarkan musik dan bermain game dari komputer. 
    Tema paragraf di atas adalah Komputer meringankan pekerjaan manusia 
    Contoh 3 :
    Desa Makmur, merupakan desa yang aman dan tenteram. Di Desa Makmur jarang terjadi pencurian. Di Desa Makmur ada Hansip yang bertugas menjaga keamanan lingkungan. Meskipun sudah ada Hansip, semua warga juga turut serta dalam menjaga keamanan lingkungan. Setiap hari, warga melakukan ronda malam secara bergiliran.
    Tema paragraf di atas adalah Desa Makmur yang aman dan tenteram  

    Senin, 03 Desember 2012

    BACKSTAGE: DRIES VAN NOTEN S/S 2013

    LE FASHION BLOG DRIES VAN NOTEN SPRING SUMMER SS 2013 ROUND WHITE SUNGLASSES EASY SHORT WAVY HAIR PLAID PLAID SHIRT PRINT SKIRT SILVER TUX JACKET  METALLIC HOUNDSTOOTH RED PINK LIPS BEAUTY PATENT OVERSIZED CLUTCH BACKSTAGE
    LE FASHION BLOG DRIES VAN NOTEN SPRING SUMMER SS 2013 EASY SHORT WAVY HAIR PLAID RED PINK LIPS BEAUTY BACKSTAGE MODEL
    LE FASHION BLOG DRIES VAN NOTEN SPRING SUMMER SS 2013 EASY SHORT WAVY HAIR PLAID SHIRT EMBROIDERED TUX VEST SLOUCHY PANTS RED PINK LIPS BEAUTY LEOPARD PRINT CLUTCH BACKSTAGE BROCADE SLEEVELESS DRESS ARM SMOOTH CUFF
    ph: Vogue UK

    Still not over Dries Van Noten S/S 2013. Perfect plaids, bold lips + effortless wavy hair.
    Check out my favorite looks from the collection here + shop the latest from Dries here + here.
    Click below for more backstage goodness...

    LE FASHION BLOG DRIES VAN NOTEN SPRING SUMMER SS 2013 EASY SHORT WAVY HAIR PLAID PRINT OVERSIZED VEST DRESS RED PINK LIPS BEAUTY LEOPARD PRINT OVERSIZED CLUTCH BACKSTAGE METAL CUFF SMOOTH RINGS
    LE FASHION BLOG DRIES VAN NOTEN SPRING SUMMER SS 2013 EASY SHORT WAVY HAIR PLAID RED PINK LIPS BEAUTY BACKSTAGE MODEL QUILTED LEATHER BROW EYEBROWS
    LE FASHION BLOG DRIES VAN NOTEN SPRING SUMMER SS 2013 EASY SHORT WAVY HAIR PLAID RED PINK LIPS BEAUTY BACKSTAGE MODEL METALLIC PLAID TRENCH JACET COAT PLAID BUTTON UP FLORAL TEXTURE MIDI SKIRT GINHAM PRINT HEELS PUMPS

    Minggu, 02 Desember 2012

    SCARF-PRINT

    LE FASHION BLOG STREET STYLE WAVY LONG HAIR SHAG TEXTURED OFF WHITE CREAM KNIT SWEATER ZARA GEO PRINT WIDE LEG CROP PANTS ANKLE SUEDE ASH WESTERN BOOTS VIA ZARA PEOPLE CAROLINESMODE 1
    LE FASHION BLOG STREET STYLE WAVY LONG HAIR SHAG TEXTURED OFF WHITE CREAM KNIT SWEATER ZARA GEO PRINT WIDE LEG CROP PANTS ANKLE SUEDE ASH WESTERN BOOTS VIA ZARA PEOPLE CAROLINESMODE 2
    ph: ZARA | Carolines Mode

    Seen this look quite a bit lately, but love too much not to share!
    You can find her scarf-print pants here. Check out more ways to get the look below...

    Ungkapan

    Terkadang dalam kegiatan sehari-hari, kita sering menggunakan ungkapan. Misalnya kambing hitam, besar hati, buah tangan dan lain-lain. Apa itu ungkapan ? Ungkapan atau Idiom adalah gabungan kata yang biasanya terdiri dari dua kata yang membentuk satu arti, dan apabila dipisahkan, maka akan memiliki arti yang berbeda satu sama lain. Berikut ini adalah contoh-contoh dari ungkapan.
    • Abdi masyarakat ↔ pegawai pemerintah yang pada dasarnya mengabdi pada masyarakat
    • Abdi negara ↔ pegawai pemerintah
    • Anak air ↔ selokan
    • Anak angkat ↔ anak orang lain yang dipelihara seperti anak sendiri
    • Anak bawang ↔ tak masuk hitungan
    • Anak buah ↔ anggota kelompok (regu pasukan)
    • Anak dagang ↔ orang perantauan
    • Anak kapal ↔ awak kapal
    • Anak kolong ↔ anak tentara
    • Anak emas ↔ orang yang paling disayang oleh atasan
    • Anak gawang ↔ orang yang tugasnya mengambil bola dalam permainan sepakbola
    • Angkat bicara ↔ mulai berbicara
    • Angkat kaki ↔ melarikan diri
    • Angkat tangan ↔ menyerah, putus asa
    • Angkat topi ↔ kagum
    • Cinta monyet ↔ kasih antara laki-laki dan perempuan ketika masih kanak-kanak
    • Cuci tangan ↔ tidak mau ikut bertanggung jawab 
    • Baju hijau ↔ tentara/militer
    • Banting harga ↔ menjual dengan harga murah.
    • Banting stir ↔ pindah pekerjaan atau berganti profesi
    • Banting tulang ↔ bekerja keras
    • Banyak mulut ↔ cerewet
    • Bedol desa ↔ perpindahan desa.
    • Berat tangan ↔ orang yang malas bekerja
    • Berbadan dua ↔ hamil
    • Berdarah biru ↔ keturunan orang bangsawan.
    • Berdarah dingin ↔ tidak mempunyai belas kasihan
    • Bergandang paha ↔ bersuka ria diatas penderitaan orang lain.
    • Berhati batu ↔ tidak menaruh iba samasekali
    • Bermuka dua ↔ orang yang tidak dapat dipercaya
    • Bertangan dingin ↔ apa yang dikerjakannya selalu berhasil
    • Berputih tulang ↔ mati atau meninggal dunia
    • Bersilat lidah ↔ beradu argumen/berdebat
    • Besar kepala ↔ sombong
    • Besar hati ↔ bangga 
    • Biang keladi ↔  orang yang menjadi kepala penjahat atau pimpinan (penganjur) suatu perbuatan kejahatan 
    • Biang kerok ↔ orang yg menjadi penyebab terjadinya suatu kericuhan (keributan)
    • Buah pena ↔ hasil karangan
    • Besar mulut ↔ suka membual
    • Buah tangan ↔ oleh-oleh
    • Buah hati ↔ orang yang dikasihi
    • Buah Bibir ↔ menjadi bahan pembicaraan 
    • Cakap angin ↔ omong kosong
    • Cuci mata ↔ cari hiburan dengan melihat sesuatu yang indah 
    • Darah daging ↔ anak kandung 
    • Darah biru ↔ keturunan bangsawan
    • Darah muda ↔ mudah bereaksi dan bertindak tanpa memikirkan lebih dahulu akibatnya; berjiwa muda
    • Datang bulan ↔ masa menstruasi pada wanita
    • Empat mata ↔ pembicaraan antara dua orang
    • Gelap mata ↔ hilang kesabaran
    • Gigit jari ↔ merasa kecewa
    • Gila harta ↔ terlalu mengejar-ngejar harta kekayaan
    • Gulung tikar ↔ bangkrut
    • Hangat hati ↔ bergirang hati
    • Hati putih ↔ mempunyai niat yang ikhlas
    • Hati berlian ↔ sangat baik hati
    • Hati kecil ↔ perasaan hati sebenarnya
    • Hati tungau ↔ penakut
    • Hidung belang ↔ mempunyai sifat suka mengganggu perempuan
    • Ibu kota ↔ kota pusat pemerintahan
    • Ibu jari  ↔ empu jari, jempol
    • Ibu negara  ↔ istri presiden/kepala negara
    • Ibu pertiwi  ↔ tanah air
    • Isi hati ↔ perasaan yang terkandung didalamnya
    • Istri gelap ↔ perempuan simpanan; perempuan piaraan (yg tidak dinikahi) 
    • Jantung hati ↔ orang yang disayangi dan dicintai
    • Jago merah ↔ api dalam kebakaran 
    • Kabar angin ↔ desas - desus 
    • Kabar burung ↔ kabar yang tidak boleh dipercaya karena belum pasti kebenarannya
    • Kaki tangan ↔ orang kepercayaan/pembantu
    • Kaki lima ↔ pedagang di pinggir jalan
    • Kaki telanjang ↔ tidak bersepatu 
    • Kepala batu ↔ sulit dinasehati 
    • Kepala dingin ↔ tenang dan sabar
    • Kambing hitam ↔ orang yang menjadi pelimpahan suatu kesalahan yang tidak dilakukannya 
    • Kecil hati ↔ penakut 
    • Kejatuhan bulan ↔ mendapat untung besar
    • Kuda tunggang ↔ orang yang disuruh-suruh oleh orang lain untuk melakukan kepentingan orang tersebut.
    • Kuda hitam ↔ pemenang yang tak diduga-duga
    • Kutu buku ↔ orang yg suka baca buku
    • Lapangan hijau ↔ gelanggang olah raga
    • Lidah api ↔ ujung nyala api
    • Makan bawang ↔ seseorang yang sedang dalam kebimbangan/kebingungan
    • Mata angin ↔ arah angin datang
    • Mata batin ↔ perasaan dalam hati
    • Mata betung ↔ buta huruf
    • Mata dagangan ↔ barang dagangan
    • Mata uang ↔ satuan harga uang suatu negara
    • Mata gelap ↔ hilang kesabaran
    • Mata telanjang ↔ mata sebenarnya (tanpa kaca mata atau alat khusus lainnya)
    • Mati kutu ↔ tidak berdaya; tidak dapat berbuat apa-apa
    • Meja hijau ↔ pengadilan
    • Memasang telinga ↔ mendengarkan kabar
    • Membuat muka ↔ berpura-pura memelas agar mendapat bantuan orang lain.
    • Memeras keringat ↔ kerja keras
    • Menangkap angin ↔ artinya melakukan pekerjaan yang sia-sia 
    • Menepuk dada ↔ berbangga diri 
    • Mengulur lidah ↔ meminta kembali barang yang sudah diberikan pada orang lain
    • Mengurut dada ↔ kecewa
    • Menusuk hati ↔ menyakiti perasaan
    • Menusuk hidung ↔ merangsang indra penciuman
    • Muka badak ↔ seseorang yang tidak punya rasa malu
    • Mulut manis ↔ menarik hati tutur katanya
    • Muka masam ↔ kecewa
    • Naik darah ↔ emosi
    • Naik daun ↔ mendapat nasib baik/karir meningkat
    • Naik pitam ↔ marah
    • Panjang tangan ↔ suka mencuri
    • Pelita hati ↔ seseorang yang dapat melenyapkan rasa takut
    • Rendah hati ↔ baik, tidak sombong 
    • Ringan tangan ↔ kasar atau suka melakukan tindak kekerasan 
    • Sebatang kara ↔ hidup seorang diri, tidak memiliki saudara
    • Semata wayang ↔ anak tunggal
    • Setengah hati ↔ melakukan sesuatu tidak bersungguh-sungguh
    • Setengah tiang ↔ tanda berduka cita
    • Sampai hati ↔ tega
    • Tamu negara ↔ pemimpin tertinggi suatu negara yg berkunjung resmi ke negara lain
    • Tanah air ↔ negeri tempat kelahiran
    • Tangan hampa ↔ tak mendapat hasil apa-apa
    • Tangan kosong ↔ tidak bersenjata
    • Tangan terbuka ↔(diterima) dengan senang hati
    • Tangan besi ↔ memerintah dengan keras, diktator
    • Tangan kanan ↔ orang kepercayaan 
    • Tertangkap basah ↔ tertangkap ketika sedang melakukan kejahatan
    • Tinggi hati ↔ sombong 
    • Tunjuk hidung ↔ langsung mengatakan apa yang dicurigai
    • Tumpah darah ↔ tanah air/negara
    • Tutup buku ↔ membuat neraca untung rugi pada akhir tahun
    • Turun tangan ↔ ikut camnpur masalah orang lain.
    • Tutup mata ↔ sengaja tidak mau tahu tentang apa pun yang terjadi
    • Tutup mulut ↔ tak mau bicara, tak mau membuka rahasia
    • Tutup usia ↔ meninggal dunia 
    • Untung batu ↔ bernasib buruk
    • Untung sabut ↔ bernasib baik
    • Warung hidup ↔ pekarangan yang ditanami sayur-sayuran untuk keperluan sehari-hari