Sabtu, 26 Oktober 2013

Kreativitas dalam Tindakan Ekonomi

Kreativitas dalam Tindakan Ekonomi. Kreativitas adalah kemampuan melakukan kombinasi sumber daya yang menghasilkan barang atau jasa yang sifatnya baru, bermanfaat, dan dapat memenuhi kebutuhan manusia. Ekonomi yaitu cara manusia mempertahankan kelangsungan hidup. Dalam hal ini manusia dihadapkan pada permasalahan di antaranya:
1. berbagai kebutuhan,
2. cara memenuhi kebutuhan dengan berbagai kegiatan ekonomi,
3. laju pertumbuhan penduduk, dan
4. kelangkaan sumber daya sebagai alat pemenuhan kebutuhan.
Dengan permasalahan-permasalahan tersebut, manusia harus melakukan tindakan-tindakan yang kreatif dan inovatif untuk dapat mengatasi masalah yang menjadi hambatan-hambatan dalam memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidup. Dalam hal ini, manusia harus menggunakan akal dan pikiran. 

Contoh-contoh bahwa manusia sejak lahir dan selama hidupnya selalu kreatif dan melakukan inovasi di antaranya:
  1. Bayi yang lapar atau sakit secara naluri sudah memiliki kemampuan berpikir (kreatif) dengan cara menangis sehingga orang di sekitarnya (terutama ibunya) akan mengetahui bahwa bayi itu membutuhkan minum, makanan, atau merasakan sakit. Seorang ibu yang kreatif langsung memberi makan, minum, dan obat tanpa ada suruhan.
  2. Seorang balita melihat benda yang menarik di atas meja. Ia kemudian mencoba mengambilnya dengan terlebih dulu naik ke atas kursi. Hal ini memperlihatkan bahwa balita ini memiliki sifat kreatif.
  3. Seorang ibu rumah tangga akan memikirkan cara menghidangkan makanan yang tidak akan membosankan. Misalnya, makanan yang terbuat dari jagung tidak mungkin setiap hari jagung itu direbus, si ibu akan mengubah rasa dan bentuk jagung itu dengan memberi bumbu dan melumatkannya kemudian menggorengnya jadilah bakwan jagung atau bisa juga dibuat kue. Perilaku ibu itu kreatifdan inovatif karena melakukan pembaharuan.
  4. Menciptakan peralatan dengan bahan baku yang mudah tersedia sehingga benda itu akan lebih berguna. Misalnya, peralatan yang dibuat dengan bahan baku alas bambu dan beraneka bentuk sehingga menjadi komoditas ekspor yang merupakan sumber devisa negara dan dapat meningkatkan tingkat kemakmuran. Teknologi yang berguna bagi masyarakat:
Proses Kreativitas Dan Proses Inovasi
a. Proses Kreativitas
Kreativitas seseorang akan berkembang melalui proses atau perjalanan waktu yang lama dan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti
  • Pengaruh lingkungan;
  • Pengaruh lingkungan masyarakat;
  • Belajar;
  • Pengalaman;
  • Pergaulan;
  • Informasi dan komunikasi;
  • Adanya permasalahan-permasalahan yang memerlukanpemikiran-pemikiran atau pemecahan masalah.
Sejalan dengan perkembangan pengetahuan, dalam proses pemecahan masalah, lahirlah istilah-istilah baru seperti berikut ini:
  • Berpikir vertikal, artinya kemampuan berpikir yang sangat lambat.
  • Berpikir lateral, artinya kemampuan berpikir setelah melihat berbagai pengalaman baik pengalaman orang lain maupun diri sendiri.
  • Berpikir kritis, artinya berlatih mengevaluasi secara cermat sehingga mampu atau berani mengambil sikap kontra terhadap pendapat orang lain dengan memberikan solusinya.
  • Berpikir analitis, artinya memiliki kemampuan untuk melakukan inovasi atau pembaharuan dengan mengadakan penelitian terlebih dahulu supaya memperoleh hasil yang baik.
  • Berpikir strategi, artinya mampu melakukan kegiatan untuk memperoleh keuntungan.
  • Berpikir tentang hasil, artinya mampu mengevaluasi apa yang sudah di hasilkan dan berani melakukan perubahan apabila hasilnya tidak memuaskan.
  • Berpikir kreatif, artinya memiliki kemampuan untuk menciptakan hal-hal yang baru berdasarkan faktor-faktor yang nyata di lingkungan/lapangan untuk mencapai tujuan. 
Penyelesaian masalah yang kreatif berjalan melalui tahap-tahap khusus sebagai berikut:
  • Persiapan adalah membuat rencana atau rancangan untuk melaksanakan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan
  • Inkubasi adalah melakukan kegiatan penelitian suatu permasalahan agar memperoleh hasil yang memuaskan
  • Iluminasi adalah gagasan-gagasan atau ide-ide hasil dari inkubasi itu akan bermunculan.
  • Verifikasi adalah mengadakan peninjauan kembali pemecahan masalah itu benar-benar bisa diatasi atau tidak.
  • Aplikasi adalah langkah-langkah untuk menindaklanjuti solusi (pemecahan masalah).
b. Ciri-ciri Orang Kreatif
  1. Aktif (giat).
  2. Progresif artinya selalu berhaluan ke arah kemajuan atau perubahan.
  3. Intuitif artinya kemampuan mengetahui dan memahami sesuatu yang dipikirkan atau dipelajari berdasarkan bisikan hati.
  4. Memiliki disiplin yang kuat.
  5. Selalu mempunyai rasa ingin tahu.
  6. Selalu ada keinginan melakukan percobaan.
  7. Energik.
  8. Berani menanggung risiko artinya siap untuk mengalami kegagalan.
  9. Mau berusaha misalnya belajar, bertanya.
  10. Percaya diri dan memiliki kemandirian.
  11. Berani menghadapi tantangan.
c. Proses Inovasi
Proses inovasi berhubungan erat dengan penemuan baru dalam teknologi. Suatu penemuan biasanya merupakan proses sosial yang panjang dan melalui dua tahap khusus yaitu:
  1. Discovery artinya penemuan suatu unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat baru, suatu ide baru yang diciptakan oleh seorang individu, atau suatu rangkaian dari beberapaindividu dalam masyarakat yang bersangkutan.
  2. Invention artinya perbaikan atau penyempurnaan terhadap suatu hasil, penemuan baru atau gagasan yang dilakukan oleh beberapa orang sampai penemuan baru itu bisa diterapkan atau dipergunakan oleh masyarakat.
d. Jenis-jenis Inovasi
Robertson mengklasifikasi inovasi berdasarkan dampak inovasi atas perilaku pada struktur sosial yang digunakan dalam pemasaran. Klasifikasi atau jenis-jenis inovasi itu adalah 
  • Inovasi terus menerus modifikasi dari produk yang sudah ada. Contoh: a) Sabun cuci diberi nama Rinso kemudian produk barunya disebut Rinso Anti Noda, Rinso Excel Inovasi Baru dengan Quick Wash. b) Teknologi komputer, pertama kali muncul diberi nama 486 kemudian komputer pentium 1, pentium 2, pentium 3, dan pentium 4. Inovasi terus menerus ini biasanya membingungkan pola perilaku yang sudah mapan.
  • Inovasi terus menerus secara dinamis yaitu produk baru atauperubahan produk yang sudah ada, tetapi pada umumnyatidak mengubah pola yang sudah mapan dari kebiasaan belanja pelanggan dan pemakai produk. Contoh: makanan alami, kemasan alat kosmetik dengan tujuan untuk lebih menarik konsumen.
  • Inovasi terputus yaitu penciptaan dan pengenalan produk yang benar-benar baru dan tidak dan kaitannya dengan produk lama. Contoh: lemari es, komputer, video kaset, dan laser disk.
e. Kreatif dan Inovatif dalam Kehidupan Berekonomi
Kreatif dan inovasi sangat dibutuhkan di bidang ekonomi dengan tujuan untuk meningkatkan perbaikan dan kemajuan dengan jauh memandang ke masa depan baik untuk diri sendiri, masyarakat, bangsa, maupun negara. Tanpa kreativitas dan inovasi tidak mungkin mempertahankan kelangsungan hidup. Beberapa kreativitas dan inovasi dalam kehidupan berekonomi:
  • Produsen dan distributor sebaiknya mempelajari atau mencari informasi perilaku
    konsumen dengan tujuan untuk 
    mengetahui a) Cara pandang konsumen dalam menentukan pilihan dalam memenuhi kebutuhan; b) Besarnya kebutuhan yang diperlukan oleh para konsumen; c) Perilaku konsumen dalam berbelanja; d) Produk dengan kualitas tertentu yang disesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat; e) Memiliki kualitas dan bentuk tersendiri.
  • Konsumen dalam memberi atau menggunakan barang sebaiknya a) memutuskan barang yang akan dibeli dari luar atau membuat sendiri; b) membeli barang secara spesifikasi dan tepat guna serta menentukan pilihan alat kebutuhan baik harga maupun kualitas; c) memanfaatkan sumber daya sebagai alat pemuas kebutuhan secara maksimal dengan berbagai alternatif; d) menentukan waktu yang tepat untuk membeli atau memperoleh barang; e) mendeskripsikan persediaan pasar di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar