Rabu, 21 November 2012

Kebebasan Berorganisasi

Organisasi adalah perkumpulan dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Sekumpulan orang saja belum dapat disebut organisasi, untuk dapat disebut sebagai organisasi kumpulan orang tersebut harus memiliki tujuan. Suatu organisasi  mempunyai tujuan yang sama, serta bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Banyak hal yang harus ada di dalam organisasi. Semua itu harus dipenuhi agar tujuan bisa tercapai. Unsur-unsur itu adalah sebagai berikut.

1. Anggota ( manusia )
Anggota dalam organisasi adalah manusia. Organisasi merupakan alat atau wadah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Agar tujuan dari tugas yang diberikan oleh guru bisa berjalan dengan baik, maka dibuatlah organisasi kecil dalam lingkup kegiatan belajar. Selain contoh di atas, tentu kamu sudah bisa melihat berbagai macam organisasi yang sudah dibuat oleh kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Organisasi itu merupakan perkumpulan dari beberapa orang, yang di dalamnya ada pemimpin dan juga anggota.

2. Tujuan
Awal organisasi itu dibentuk karena ada tujuan yang hendak dicapai. Untuk itulah maka semua organisasi pasti mempunyai tujuan. Misalnya membuat organisasi kelompok belajar , tujuannya adalah agar belajar bisa lebih efektif dan hasilnya lebih baik. Kalau organisasi itu tidak memiliki tujuan, apa gunanya organisasi itu dibuat. Begitu pula dalam tujuan yang ada tentunya harus sama. Jika tujuannya berbeda, maka tidak perlu dibuat organisasi. Contoh sekelompok orang yang akan berangkat bekerja bukan merupakan organisasi, karena masing-masing mempunyai tujuan yang berbeda.

3. Tugas
Organisasi itu akan ada jika ada tugas yang dilakukan. Pada dasarnya dengan organisasi yang ada harapan pekerjaan itu bisa dikerjakan secara efektif. Pekerjaan itu bisa dikerjakan dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan. Seorang guru memberikan tugas kepada siswanya secara berkelompok, tentunya tugas ini tidak dikerjakan sendiri sendiri, tetapi harus dikerjakan secara berkelompok. Agar pekerjaannya itu bisa sesuai dengan harapan gurunya, maka dibentuklah organisasi dalam menyelesaikan tugas bersama.

4. Kerja sama
Sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama namun dikerjakan sendiri-sendiri belum dapat dikatakan sebagai organisasi. Untuk dapat dikatakan sebagai organisasi tujuan bersama harus dikerjakan bersama-sama. Artinya harus ada kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama tersebut harus melibatkan semua orang yang ada dalam kelompok tersebut. Semua orang dalam kelompok tersebut harus berkerja-sama, jika salah satu dari mereka tidak ikut organisasi akan macet.

5. Struktur
Struktur artinya hubungan kerja antar bagian. Dalam organisasi, ada hubungan kerja antar bagian. Sebuah contoh ada organisasi sekolah, yang di dalamnya terdapat tugas yang jelas antar masing-masing bagian. Ada ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, ada bagian kebersihan, keamanan, keindahan, kekeluargaan, dan lain-lain. Semua menjalankan fungsinya masing-masing.

6. Tempat
Setiap organisasi selalu memiliki tempat dimana organisasi itu dibuat. Mungkin saja tempat organisasi itu di dalam kelas. Sebagaimana contoh organisasi yang kecil dalam melaksanakan tugas dari guru. Ada organisasi yang berada di kantor-kantor, di pemerintahan, bahkan banyak pula organisasi yang tempatnya di masyarakat. Ada pula organisasi politik. Semua organisasi pasti mempunyai tempat.

Cara berorganisasi yang baik.
a. Kumpulkan beberapa orang yang mempunyai tujuan yang sama.
b. Lakukan pertemuan untuk menentukan struktur organisasi.
c. Buatlah pembagian tugas yang jelas untuk setiap anggota.
d. Sesuaikan tugas dengan kemampuan yang dimiliki.
e. Tumbuhkan rasa saling percaya antara anggota.
f. Hindari perasaan merasa paling hebat di antara teman.
g. Ciptakan keserasian dalam bekerja kepada setiap anggota.
h. Lakukan kordinasi yang baik untuk mencapai tujuan bersama.


Jenis-jenis Organisasi
1. Berdasarkan Proses Pembentukan
Organisasi Formal
Organisasi formal/ Resmi adaah organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik,serta memilki kekuatan hukum. Ketentuan-ketentuan yang ada di dalam organisasi formal diatur dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tanggal (ART). Contoh organisasi formal di masyarakat misalnya, LKMD, PKK, dan lain-lain.
Organisasi Informal
Organisasi Informal adalah organisasi yang dibentuk tanpa disadari sepenuhnya, tujuan tujuannya juga tidak begitu jelas. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) juga tidak jelas. Hubungan yang terjalin juga sifatnya pribadi dan sifatnya tidak formal. Contoh organisasi informal di masyarakat adalah Grup Kesenian. 

2. Berdasarkan Tujuannya
Organisasi Sosial
Organisasi sosial adalah organisasi yang mempunyai tujuan sosial. Organisasi semacam ini tidak berharap keuntungan dalam bentuk materi. Tujuan utama organisasi ini untuk melayani kepentingan masyarakat, tanpa menghitung untung-rugi. Mereka yang mendirikan organisasi semacam ini biasanya mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Orang-orang yang mempunyai kepedulian terhadap kondisi masyarakatnya. Contoh organisasi sosial adalah organisasi dalam bentuk yayasan penyandang cacat, panti asuhan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan lain-lain.  
Organisasi Bisnis
Organisasi bisnis adalah organisasi yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Organisasi semacam ini hanya berpikir tentang keuntungan yang didapatkan. Jika keuntungan tidak didapatkan, maka organisasi semacam ini segera berhenti. Tujuan utamanya dalam organisasi ini hanyalah keuntungan atau laba. Contoh organisasi bisnis adalah Perseroan Terbatas (PT).

3. Berdasarkan Hubungannya dengan Pemerintah
Organisasi Resmi
Organisasi resmi adalah organisasi yang terdaftar di lembaga pemerintahan. Organisasi ini bisa langsung dibentuk oleh pemerintah atau berhubungan dengan pemerintahan. Organisasi yang langsung dibentuk oleh pemerintahan karena segala aturan dan pelaksanaanya diatur langsung oleh pemerintah. Organisasi resmi yang dibentuk oleh pemerintah misalnya organisasi di Departemen Pendidikan, Departemen Agama, dan lain-lain. Organisasi yang terdaftar di pemerintah, tetapi tidak dibentuk oleh pemerintah, misalnya Muhammadiyah, NU, dan lain-lain. Organisasi ini pelaksanaannya tidak diatur oleh pemerintah, tetapi diatur sendiri.  
Organisasi Tidak Resmi
Organisasi tidak resmi adalah organisasi yang tidak ada hubungannya dengan pemerintahan dan tidak terdaftar di pemerintahan. Organisasi ini hanya semacam organisasi biasa untuk pengembangan suatu bakat tertentu sehingga keberadaanya tidak harus izin atau tidak perlu untuk didaftar di pemerintahan. Contoh organisasi tidak resmi adalah klub-klub kesenian, klub olah raga, dan lain-lain. Organisasi semacam ini hanya sebagai penyalur bakat, penyalur hobi yang tidak harus menjadi organisasi resmi dan tidak perlu harus didaftar ke pemerintah.


Kebebasan berorganisasi adalah hak asasi setiap orang untuk berpartisipasi dalam organisasi sesuai dengan hati nuraninya. Kebebasan berorganisasi diatur dalam Pancasila dan UUD 1945 pasal 28E ayat 3 Kebebasan harus disertai dengan tanggungjawab, agar tidak merugikan orang lain. Kebebasan yang bertanggungjawab artinya kebebasan yang ada batasnya. Dalam memilih organisasi yang akan kita ikuti harus sesuai minat, bakat, dan kemauan. Tahun 1908 bagi bangsa Indonesia dapat dipandang sebagi tonggak baru bagi upaya perjuangan untuk mencapai kemerdekaan. Mulai saat itu berkembang kesadaran nasional yang ditandai dengan lahirnya organisasi pergerakan nasional yang bersifat modern dan nasional. Salah satunya dan organisasi yang pertama adalah Budi Utomo.


Bentuk-bentuk Organisasi
1. Organisasi Kemasyarakatan
Organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat   secara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, dan fungsi. Contoh organisasi kemasyarakatan adalah Karang Taruna, PKK, Kelompok Kesenian.
2. Organisasi Pemerintahan
Organisasi pemerintahan adalah organisasi yang dibentuk untuk menjalankan roda pemerintahan. Desa merupakan salah satu bagian dari organisasi pemerintahan. Organisasi pemerintahan dikepalai oleh seorang kepala daerah. Organisasi pemerintahan berjenjang dari yang terendah yaitu desa/kelurahan sampai dengan yang tertinggi yaitu negara.
3. Organisasi Politik
Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik. Salah satu bentuk organisasi politik adalah partai politik. Partai politik adalah kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai tujuan, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik dengan cara yang sesuai dengan undang-undang.
4. Organisasi Ekonomi
Organisasi Ekonomi adalah organisasi yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Salah satu bentuk organisasi ekonomi adalah perusahaan-perusahaan. Perusahaan terdiri dari beberapa orang yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan.

Ciri -ciri Organisasi yang Baik
1. Memiliki tujuan yang jelas dan nyata
Organisasi yang baik akan memiliki tujuan yang jelas dan nyata secara bersama. Jika tujuan itu tidak ada, maka sebuah organisasi akan berjalan tanpa arah yang jelas. Jika ada organisasi yang tidak ada tujuan nyatanya, maka itu bukanlah organisasi yang baik.
2. Pembagian kerjanya jelas
Untuk mencapai tujuan yang nyata,maka dibutuhkan kerja sama. Artinya setiap anggota diajak bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan pembagian tugas yang jelas. Masing-masing anggota yang bertanggung jawab melaksanakan tugas dengan bekerja sama.
3. Pembagian tugas sesuai dengan kemampuan
Seorang pemimpin dalam sebuah organisasi, sebaiknya mengenal kemampuan anggotanya yang akan menjalankan tugas. Setiap tugas yang diberikan kepada anggota lainnya sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan yang ada.
4. Ada keserasian antaranggota yang bertanggung jawab.
Bagi masing-masing anggota yang mendapat pembagian tugas, maka tugas itu dikerjakan dengan kerja sama. Meskipun tugasnya berbedabeda, namun dalam satu tujuan yang sama sehingga harus diserasikan.
5. Adanya koordinasi yang baik untuk semua bagian.
Agar organisasi berjalan dengan baik, maka perlu koordinasi. Dalam memberikan tugas kepada semua anggota, pemimpin harus bisa melakukan koordinasi untuk semua bagian. Hal ini sangat penting untuk menyatukan tujuan yang sama pada semua bagian.
6. Organisasi itu menjadi alat yang efektif untuk mencapai tujuan.
Perlu diingat bahwa organisasi merupakan sebuah alat yang efektif untuk mencapai tujuan. Jika itu sudah dirasakan maka organisasi ini memang termasuk organisasi yang baik. Tapi jika organisasi ini justru menghambat untuk mencapai tujuan, maka ini bukanlah organisasi yang baik.

Dalam struktur organisasi biasanya ada pembagian jabatan untuk masing-masing bagian.  Jabatan dalam sebuah organisasi biasanya terdiri dari : Ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi. Berikut ini adalah tugas masing-masing jabatan dalam organisasi   :
1. Ketua, tugas seorang ketua adalah sebagai berikut
    a) mengurus organisasi
    b) bertanggung jawab akan keberlangsungan organisasi
    c) memimpin setiap rapat
    d) mengadakan hubungan dengan pihak luar
    e) membuat rencana kerja
2. Wakil ketua, tugas seorang wakil ketau adalah :
    a) membantu ketua dalam mengurus organisasi
    b) menggantikan tugas ketua, jika ketua berhalangan
3. Sekretaris
    a) membuat agenda kegiatan organisasi
    b) membuat surat-surat yang diperlukan
    c) membuat pengarsipan surat-surat
    d) membantu ketua dalam membuat rencana kerja
4. Bendahara
    a) mengurus masalah keuangan organisasi
    b) membuat laporan keuangan
    c) membatu ketua dalam membuat rencana kerja
5. Seksi-seksi  
Seksi-seksi bidang dapat dibentuk sesuai kebutuhan, sesuai kegiatan dan jenis organisasi itu sendiri.
a) seksi keamanan, mengurus masalah keamanan;
b) seksi konsumsi, mengurus masalah konsumsi (hidangan);
c) seksi kebersihan, mengurusi masalah kebersihan;
d) seksi akomodasi, mengurusi segala hal yang dibutuhkan dalam suatu kegiatan;
e) seksi dokumentasi, mengurusi dokumentasi kegiatan;
f) seksi dekorasi, mengurusi penataan tempat kegiatan;
g) seksi publikasi, mengurusi publikasi/penyebarluasan kegiatan;

Dengan mengikuti sebuah organisasi, baik di sekolah maupun di masyarakat, kita akan dapat memeperoleh manfaat. Manfaat mengikuti organisasi adalah sebagai berikut :
  • Menambah wawasan dan pengalaman
  • Mengetahui dan mengembangkan bakat
  • Menambah teman
  • Belajar mengemukakan pendapat
  • Belajar menghormati orang lain
  • Belajar menghargai pendapat orang lain
  • Mudah bergaul
  • Melatih diri kemandirian
  • Melatih kedisiplinan
  • Membagi dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat
  • Menimbulkan kepercayaan diri dan tidak mudah mengeluh
Organisasi di sekolah
1. Pramuka
Siswa SD termasuk dalam kelompok pramuka siaga (7-11 tahun) atau penggalang (11-15 tahun). Kelompok siaga terdiri dari beberapa barung, kelompok siaga terdiri dari beberapa regu. Setiap barung dan regu diketuai oleh seorang ketua dan wakil ketua.
2. Koperasi sekolah
Anggota koperasi sekolah adalah semua siswa, guru dan karyawan. Koperasi sekolah didirikan untuk memenuhi kebutuhan anggotanya, karena itu koperasi sekolah biasanya menjual buku, balpoin, penggaris dll. Kekuasaan tertinggi pada koperasi sekolah adalah rapat anggota. Dalam rapat anggota biasanya ditentukan susunan pengurus dan pengawas koperasi.
3. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Usaha kesehatan sekolah disingkat UKS adalah suatu usaha yang dilakukan sekolah untuk menolong murid dan juga warga sekolah yang sakit di kawasan lingkungan sekolah. UKS biasanya dilakukan di ruang kesehatan suatu sekolah. UKS menangani masalah kesehatan di sekolah. 
4. Komite sekolah
Komite Sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orangtua/wali peserta didik, komunitas sekolah serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan. Komite sekolah didirikan untuk meningkatkan mutu pendidikan.  
5. PMR (Palang Merah Remaja)
PMR  adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia. PMR bergerak dalam bidang sosial, kesehatan, dan siaga bencana,
6. Klub-Klub olah raga, seperti:
Futsal, sepak bola, badminton, bola basket, voli, renang

Organisasi di Masyarakat
1. RT (Rukun Tetangga)
RT dibentuk untuk memberikan pelayanan pada masyarakat di sekitarnya, misalnya dalam pembuatan KTP, mengurus surat pindah, dan lain-lain. Rukun Tetangga dipimpin oleh Ketua RT yang dipilih oleh warganya. Sebuah RT terdiri atas sejumlah rumah (kepala keluarga).
2. RW (Rukun Warga)
Rukun Warga dipimpin oleh Ketua RW yang dipilih oleh warganya. Dewasa ini banyak Pemilihan Ketua RW di Indonesia yang mirip dengan Pemilihan Presiden atau Pemilihan Kepala Daerah, dimana terdapat kampanye dan pemungutan suara. Sebuah RW terdiri atas sejumlah Rukun Tetangga.
3. Karang Taruna
Merupakan organisasi pemuda atau remaja di suatu desa atau kelurahan. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa / Kelurahan, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial.
4. Desa/Kelurahan
Desa/ Kelurahan merupakan satu kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah tertentu. Desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit pemukiman kecil yang disebut kampung (RW).
5.  BPD (Badan Permusyawaratan desa)
Merupakan sebuah lembaga yang dibentuk untuk membantu pengaturan dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan yang dipilih melalui musyawarah untuk mufakat. Tugas BPD menampung dan menyalurkan aspirasi atau kebutuhan masyarakat.
6. Dewan Kelurahan
Tugas dewan kelurahan adalah memberikan masukan pada kepala kelurahan.
7. PKK (Pembina Kesejahteraan Keluarga)
Biasanya beranggotakan ibi-ibu, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK terkenal akan "10 program pokok"-nya.
8. Posyandu
Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Jadi, Posyandu merupakan kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dengan penanggung jawab kepala desa. Kegiatan Posyandu biasanya emberikan pelayanan kesehatan pada balita dan ibu-ibu
9. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)
LSM adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang yang secara sukarela yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya. LSM dibentuk oleh masyarakat untuk kepentingan tertentu. Contohnya 
HKTI : Himpunan Kelompok Tani Indonesia
GN OTA : Gerakan Nasional Orang Tua Asuh
10.Organisasi Profesi
Organisasi profesi beranggotakan orang-orang yang mempunyai kesamaan pekerjaan disebut. Organisasi profesi bertujuan melindungi kepentingan publik maupun profesional pada bidang tersebut. Contoh organisasi profesi misalnya : IDI (Ikatan Dokter Indonesia), PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).
11. Organisasi keagamaan
Organisasi keagamaan memberikan pelayanan kepada masyarakat, di bidang pendidikan, pengajaran, serta sosial dan dakwah. Contoh organisasi keagamaan, misalnya : NU, Muhammadiyah.
12. Organisasi Olahraga, 
Organisasi keolahragaan bertujuan meningkatkan prestasi di bidang olah raga. Contoh organisasi keolahragaan, misalnya : PSSI (Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia), PBVSI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia), PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indoneisa), Klub Sepak bola, klub renang, klub tinju, dll
13. Organisasi kesenian
Contoh organisasi kesenian yang ada di masyarakat, misalnya sanggar lukis, sanggar tari, dll 

Membentuk Organisasi Kelas
Sebagai organisasi, kelas juga harus memiliki ciri-ciri organisasi. Kelas merupakan kumpulan beberapa siswa. Mereka belajar bersama-sama. Itulah tujuan semua anggota kelas. Dalam belajar, mereka juga bekerja sama. Mereka saling membantu dan menolong. Dalam belajar, mereka juga memakai aturan-aturan. Organisasi ini dipimpin oleh siswa terpilih. Ia dipilih oleh semua anggota kelas. Jabatannya adalah ketua kelas. Ketua kelas bertugas memimpin anggota kelas lainnya. Ia dibantu oleh sekretaris dan bendahara.  


Langkah-langkah Pembentukan Organisasi Kelas
1. Pemungutan Suara
  • Ketua kelas dan pengurus kelas lainnya dapat dipilih secara langsung. Pemilihan pengurus kelas dilakukan oleh seluruh anggota kelas.
  • Langkah pertama adalah pengajuan calon ketua kelas. Setiap anggota kelas dapat mengajukan calonnya untuk menjadi calon ketua kelas.
  • Langkah kedua, para calon dipilih oleh semua anggota kelas. Pemilihan dapat dilakukan dengan cara menuliskan nama calon di kertas. Kertas tersebut biasa disebut dengan kertas suara.
  • Langkah ketiga, penghitungan suara. Kertas dikumpulkan dan dihitung. Nama calon yang paling banyak dipilih oleh anggota kelas menjadi ketua kelas.
  • Langkah keempat, ketua kelas menunjuk para pembantunya. Mereka meliputi wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi. Seksi-seksi yang ditunjuk disesuaikan dengan kebutuhan kelas. Misalnya seksi kebersihan, seksi perlengkapan, dan lain-lain.
2. Aklamasi
Aklamasi adalah pernyataan setuju secara lisan dari seluruh anggota kelas. Pernyataan setuju ini dilakukan untuk memilih ketua kelas. Pernyataan setuju dilakukan tanpa melalui pemungutan suara. Siswa yang disetujui oleh seluruh anggota kelas menjadi ketua kelas. Selanjutnya, ketua kelas terpilih menunjuk para pembantunya.

3. Penunjukkan Langsung
Selain kedua cara di atas, memilih pengurus kelas juga dapat dilakukan dengan cara ditunjuk langsung. Pengurus kelas dapat ditunjuk oleh wali kelas kalian. Beliau dapat menunjuk salah satu dari kalian untuk menjadi ketua kelas, wakil, bendahara, dan sebagainya. Beliau menunjuk siswa dilihat dari kemampuannya. Siswa yang ditunjuk menjadi pengurus kelas harus menjalankan tugasnya.  

Soal UH Kebebasan Berorganisasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar