Jumat, 24 Mei 2013

Materi dan Pembelajaran Bahasa SD

1. Yang dimaksud bahasa adalah...
  • A. alat komunikasi antar manusia yang mengandung beberapa sifat.
  • B. alat ucap yang paling sering digunakan manusia
  • C. lambang bunyi ujaran yang diucapkan manusia.
  • D. alat komunikasi yang berupa bunyi ujaran manusia
1. Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara  anggota 
    masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. 
2. Bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa lambang bunyi ujaran 
    yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi 
    antar anggota masyarakat terbagi atas dua unsur utama yakni bentuk (arus ujaran) dan 
    makna (isi).(C)
2. Pada masa sekarang banyak orang salah memaknai kata belajar, sebenarnya hakekat 
    belajar adalah...
  • A. upaya mengubah tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu.
  • B. sekolah dari TK sampai perguruan tinggi.
  • C. melakukan segala sesuatu yang diperintahkan oleh orang yang lebih dewasa
  • D. mengubah sesuatu yang salah menjadi  benar
Proses yang dialami seseorang baru dikatakan mempunyai makna belajar, dan menghasilkan perubahan dalam diri yang bersangkutan, esensi dari perubahan ialah adanya yang baru. Dia mungkin bahagia dapat menyesuaikan diri dengan lebih baik, dapat menjaga kesehatan dengan lebih baik atau dapat menulis dan berbicara dengan efektif. Makna perubahan disini berarti arah yang sejatinya dari peristiwa belajar.  
Perubahan yang dimaksud adalah :
Dari tidak tahu menjadi tahu (perubahan pengetahuan)
Dari tidak bisa menjadi bisa (perubahan cara berfikir)
Dari tidak mau menjadi mau (perubahan prilaku)
Dari tidak biasa menjadi terbiasa (perubahan prilaku)(A)
3. Belajar adalah...
  • A. perubahan kapabilitas permanen sebagai hasil pengalaman
  • B. perubahan perilaku dan kapabilitas hasil pengalaman
  • C. merupakan kegiatan kompleks
  • D. perubahan tingkah laku manusia yang disebabkan oleh berbagai faktor.
Pengertian belajar
Beberapa pakar pendidikan mendefinisikan belajar sebagai berikut:
1. Gagne
Belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktifitas perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah.
2. Travers
Belajar adalah proses menghasilkan penyesuaian tingkah laku
3. Cronbach
Learning is shown by a change in behavior as a result of experience. (belajar adalah perubahan perilaku sebaga hasil dari pengalaman).
4. Harold spears
Learning is to observe, to read, to imitate, to try something themeselves, to listen, to follow direction.(dengan kata lain, bahwa belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu, mendengar, dan mengikuti arah tertentu).
5. Geoch
Learning is change in performance as a result of practice.(belajar adalah perubahan performance sebagai hasil latihan)
6. Morgan
Learning is any relatively permanent change in behavior that is a result of past experience.(belajar adalah perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman.(B)
4. Tujuan belajar bahasa yaitu....
  • A. menggunakan bahasa untuk berbagai keperluan
  • B. memahami kaidah bahasa
  • C. memahami pengetahuan tentang kebahasaan
  • D. menguasai kosakata bahasa yang dipelajarinya
Tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia adalah agar siswa memiliki kemampuan di antaranya: 
  • (1) berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis, 
  • (2) menghargai dan bangga dalam menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara, 
  • (3) memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan, (A)
  • (4) menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta kematangan emosional dan sosial, 
  • (5) menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan  
  • (6) menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. (BSNP, 2006:10)
5. Di dalam whole languange penilaian dilakukan dengan cara...
  • A. informal dan melalui portofolio
  • B. formal dan melalui portofolio
  • C. informal dan tes tertulis
  • D. formal dan melalui tes tertulis
Dalam kelas whole language  guru senantiasa memperhatikan kegiatan yang dilakukan oleh
siswa. Secara informal selama pembelajaran berlangsung guru memperhatikan siswa menulis, mendengarkan siswa berdiskusi baik dalam kelompok maupun diskusi kelas. Ketika siswa bercakap-cakap dengan temannya atau dengan guru, penilaian juga dilakukan. Bahkan, guru juga memberikan penilaian saat siswa bermain selama waktu istirahat. Kemudian, penilaian juga berlangsung ketika siswa dan guru mengadakan konferensi. Walaupun guru tidak terlihat membawa-bawa buku, guru menggunakan alat penilaian seperti lembar observasi dan catatan anekdot. Dengan kata lain, dalam kelas whole language  guru memberikan penilaian pada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain penilaian informal, penilaian juga dilakukan dengan menggunakan portofolio. Portofolio adalah kumpulan hasil kerja selama kegiatan pembelajaran. Dengan portofolio perkembangan siswa dapat terlihat secara otentik.(A)
6. Pada pendekatan keterampilan proses pengelolaan kegiatan belajar mengajar berfokus 
    pada....
  • A. siswa 
  • B. guru
  • C. media pembelajaran
  • D. sarana pembelajaran
Pendekatan keterampilan proses pada hakikatnya adalah suatu pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang berfokus pada pelibatan siswa secara aktif dan kreatif dalam proses pemerolehan hasil belajar. (A)
7. Pengorganisasian yang bersifat non fisik diantaranya berupa...
  • A. pengaturan tempat duduk siswa secara tepat
  • B. penciptaan komunikasi yang bersifat multi-arah
  • C. penataan papan tulis agar tidak silau
  • D. pengaturan perlengkapan kelas yang tepat
Pendekatan ini menghendaki para guru dapat mengorganisasikan kelas sebaik-baiknya, sehingga dapat tercipta suasana kelas yang memungkinkan siswa belajar dengan baik. Secara fisik, pengelolaan kelas, antara lain berupa pengaturan ruang kelas yang meliputi tempat duduk siswa, letak papan tulis, meja guru, rak-rak buku, almari, dan media pembelajaran. Sementara itu, pengorganisasian kelas yang bersifat nonfisik meliputi pengelolaan suasana kelas yang memungkinkan anak merasa aman, gembira, bersemangat, dan bergairah untuk belajar. Komunikasi yang tercipta hendaknya multiarah sehingga siswa dapat berkomunikasi dengan guru, sesama siswa, maupun seluruh kelas. Guru  berkomunikasi dengan siswa, baik secara kelompok maupun individual.(B)
8. Contoh pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia antara lain...
  • A. para siswa mendapatkan tugas untuk menganalisis sejumlah kalimat yang ada pada suatu wacana.
  • B. siswa diminta memeperhatikan penjelasan guru tentang karakteristik kalimat aktif dan kalimat pasif
  • C. guru meminta siswa untuk membuat sejumlah kalimat dengan kata-kata yang sudah ditentukan sebelumnya
  • D. setelah menyimak dongeng yang diperdengarkan guru siswa diminta menjawab pertanyaan dan melanjutkan cerita.
Pendekatan komunikatif merupakan pendekatan yang dilandasi oleh pemikiran bahwa kemampuan menggunakan bahasa dalam komunikasi merupakan tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran bahasa. Tampak bahwa bahasa tidak hanya dipandang sebagai seperangkat kaidah tetapi lebih luas lagi, yakni sebagai sarana untuk berkomunikasi. Ini berarti, bahasa ditempatkan sesuai dengan fungsinya, yaitu fungsi komunikatif.  

Pada Model Pembelajaran Terpadu dalam kegiatan Menyimak dan Menulis Guru membacakan atau memperdengarkan rekaman sebuah drama, dongeng, atau sebuah cerpen. Siswa menyimak berapa kali drama/cerpen itu dibaca/diperdengarkan. Setelah selesai, siswa diberi waktu untuk menanyakan hal-hal yang tidak mereka mengerti. Sesudah itu mereka diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan guru tentang drama/cerpen itu, atau siswa diminta menuliskan isi drama/cerpen secara ringkas dengan kalimat mereka sendiri.(D).
9. Mata pelajaran Bahasa Indonesia berfungsi sebagai sarana persatuan dan kesatuan bangsa .   Hal ini berkaitan dengan tujuan umum pembelajaran, yaitu siswa...
  • A. memahami bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna, dan fungsi.
  • B. menghargai dan bangga dalam menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara, 
  • C. memiliki kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar
  • D. memiliki disiplin dalam berpikir dengan bahasa Indonesia sebagai landasanya.
Menghargai dan bangga dalam menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara, (lihat nomor 4)(B)
10. Salah satu kompetensi bahasa aspek mendengarkan adalah....
  • A. menggunakan kalimat dalam berbagai konteks
  • B. menyerap gagasan cerita atau berita yang disampaikan secara lisan
  • C. membaca berbagai teks dan menjelaskan isinya
  • D. mengapresiasi dan mengekspresikan karya sastra secara langsung maupun tidak
Kompetensi bahasa aspek mendengarkan antara lain menyerap gagasan cerita atau berita yang disampaikan secara lisan.
11. Fungsi rambu-rambu dalam KBK adalah...
  • A. sebagai pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia
  • B. sebagai penjelas dan pedoman bagi guru dalam mengembangkan, merencanakan, dan melaksanakan pembelajaran.
  • C. sebagai arah bagi guru dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran
  • D. sebagai petunjuk bagi guru dalam menyusuri dan merencanakan pembelajaran
Dalam KBK bahasa Indonesia SD terdapat tujuh butir  rambu - rambu, yang intinya dapat dikemukakan sebagai berikut. 
  • Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar komunikasi, karena pembelajaran  bahasa harus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Selain  itu untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan bernalar serta memperluas  wawasan dan mempertajam kepekaan perasaan (yang terselubung). 
  • Kemampuan dasar, hasil belajar dan indiktor pencapaian hasil belajar yang  tercantum dalam KBK yang merupakan standar nasional dan bahan minimal yang  harus dikuasai oleh siswa. Pelaksana pembelajaran dapat dikembangkan sesuai  dengan situasi dan kondisi setempat. 
  • Kompetensi dasar Bahasa Indonesia SD mencakup aspek mendengarkan,  berbicara, membaca, menulis, sastra dan kebahasaan. Aspek - aspek ini harus  dikembangkan secara seimbang. 
  • Diversifikasi dalam KBK ditunjukkan dengan tanda (*) bagi siswa yang memiliki  kemampuan lebih.
12. Yang dimaksud dengan huruf adalah....
  • A. satuan bunyi bahasa terkecil
  • B. satuan bunyi bahasa terbesar
  • C. gambaran bunyi bahasa (fonem)
  • D. gambaran bunyi berbagai bahasa
Huruf adalah simbol atau lambang bunyi bahasa. Dalam Bahasa Indonesia terdapat 26 huruf dimulai dengan huruf a s.d. huruf z.(D)  
13. Jumlah fonem dari kata bernyanyi adalah....
  • A. 3
  • B. 4
  • C. 5
  • D. 6
Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang bersifat fungsional, artinya satuan memiliki fungsi untuk membedakan makna. Fonem tidak dapat berdiri sendiri karena belum mengandung arti. /ber/ny/a/ny/i =5
14. Fonetik adalah ilmu bahasa yang membahas....
  • A. bunyi-bunyi bahasa sebagai pembeda arti
  • B. bagaimana bunyi bahasa yang dihasilkan alat ucap manusia
  • C. bunyi-bunyi bahasa dan bagaimana bunyi bahasa dihasilkan
  • D. bunyi bahasa dan strukturnya
Fonetik : adalah ilmu yang menyelidiki dan menganalisa bunyi-bunyi ujaran yang dipakai dalam tutur, serta mempelajari bagai mana menghasilkan bunyi-bunyi tersebut dengan alat ucap manusia.(B)
15. Proses terjadinya bunyi vokal adalah....
  • A. bunyi ujaran yang keluar dari paru-paru tidak mendapatkan halangan.
  • B. bunyi ujaran yang keluar dari paru-paru mendapatkan halangan.
  • C. bunyi ujaran yang keluar dari paru-paru kadang-kadang  mendapatkan halangan.
  • D. bunyi ujaran yang keluar nya terganggu oleh alat-alat ucap.
Bunyi vokal adalah bunyi ujaran yang keluar dari paru-paru tidak mendapatkan halangan pada   alat   bicara. Hambatan   hanya   terdapat pada pita suara.(A)
16. EYD merupakan hasil penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia yang diberlakukan pada 
      tahun 1972. Penyempurnaan ejaan tersebut dimaksudkan untuk hal-hal seperti berikut 
      kecuali....
  • A. membuat bahasa Indonesia sebagai bahasa dunia
  • B. menyesuaikan ejaan dengan perkembangan bahasa Indonesia
  • C. mendorong pengembangan bahasa Indonesia
  • D. membakukan bahasa Indonesia
Ejaan ini mulai berlaku sejak tahun 1972 sampai sekarang. Ejaan ini merupakan penyempurnaan yang pernah berlaku di Indonesia. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) diterapkan secara resmi mulai tanggal 17 Agustus 1972 dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia  Nomor : 57/1972 tentang peresmian berlakunya “Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”. Dengan berlakunya EYD, maka ketertiban dan keseragaman dalam penulisan bahasa Indonesia diharapkan dapat  terwujud dengan baik.(D)
17. Afiks yang berfungsi membentuk kata benda terdapat pada....
  • A. kehujanan
  • B. kehormatan
  • C. keempat
  • D. berhaluan
Prefiks ke-
Berfungsi membentuk kata bilangan tingkat dan kata bilangan kumpulan, kata benda, dan kata kerja. Sebagai pembentuk kata benda, prefiks ke- bermakna gramatikal 'yang di ... i', atau 'yang di ... kan', seperti pada kata kekasih dan ketua.(C)
18. Pada dasarnya konfiks adalah....
  • A. morfem bersifat morfologis yang berupa awalan
  • B. morfem terikat sintaksis yang berupa awalan
  • C. morfem sintaksis yang berupa gabungan senyawa
  • D. imbuhan gabungan senyawa seperti per-an dan ke-an
KONFIKS adalah awalan dan akhiran yang melekat pada kata secara bersamaan , tidak secara bertahap / tidak satu demi satu. Contoh konfiks ke - an, ber - an, pe - an, peng - an, peny - an, pem - an, per - an, se - nya,(D)
19. Guru menunggu siswa kelas VI membaca sebuah paragraf, kemudian  siswa diminta menganalisis kata-kata yang mengandung prefiks me- dari paragraf tersebut. Selanjutnya siswa diminta menganalisis kata-kata untuk menentukan kata dasarnya. Dari hasil siswa, guru menjelaskan bahwa awalan me- memiliki variasi bentuk mem-, men-, meng-menge-, dan meny-. Sepenggal kegiatan pembelajaran diatas merupakan contoh pembelajaran....
  • A. fonologi
  • B. sintaksis
  • C. morfologi
  • D. filologi
Pengertian fonologi adalah bagian tata bahasa atau bidang ilmu bahasa yang menganalisis bunyi bahasa secara umum. Istilah fonologi ini berasal dari gabungan dua kata Yunani yaitu phone yang berarti bunyi dan logos yang berarti tatanan, kata, atau ilmu disebut juga tata bunyi. Fonologi terbadi dari dua bagian, yaitu Fonetik dan Fonemik.
Sintaksis berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat. Sintaksis adalah tata bahasa yang membahas hubungan antarkata dalam tuturan. Sama halnya dengan morfologi, akan tetapi morfologi menyangkut struktur gramatikal di dalam kata.Unsur bahasa yang termasuk di dalam sintaksis adalah frase, kalusa,dan kalimat. Tuturan dalam hal ini menyangkut apa yang dituturkan orang dalam bentuk kalimat. Ramlan (1981:1) mengatakan: “Sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase .”.
Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik.
Filologi berasal dari bahasa Yunani philein, "cinta" dan logos, "kata". Filologi merupakan ilmu yang mempelajari naskah-naskah manuskrip, biasanya dari zaman kuno.(C)
20. Kelompok kata yang tidak dapat dikategorikan sebagai kalimat adalah....
  • A. uang sepuluh ribu itu kudapatkan dari kakek
  • B. kerbau ini yang pandai membajak sawah
  • C. bapak yang baru saja menumbuk padi selesai
  • D. paman yang tinggal di lombok sekarang
Kalimat yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
(1) Tidak menyimpang dari kaidah bahasa
(2) Logis atau dapat diterima nalar
(3) Jelas dan dapat menyampaikan maksud atau pesan dengan tepat(A)
21. Kalimat tunggal dan kalimat majemuk itu berbeda dalam hal...
  • A. jumlah kontur
  • B. jumlah pola kalimat
  • C. jumlah inti kalimat
  • D. jenis kata predikatnya
Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal menjadi satu kalimat yang dihubungkan oleh kata penghubung/sambung. Oleh sebab itu, kalimat majemuk memiliki induk kalimat dan anak kalimat.
Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu pola kalimat, yaitu terdiri dari satu subjek, satu predikat, dan bisa dilengkapi dengan objek dan keterangan.
Jadi perbedaan kalimat tunggal dan kalimat majemuk adalah jumlah pola kalimatnya(B)
22. Pemberian materi aspek kebahasaan dalam KBK dapat dicontohkan....
  • A. siswa menentukan isi dari suatu bacaan
  • B. guru menugasi siswa untuk menyusun surat
  • C. siswa melengkapi kalimat yang rumpang
  • D. siswa ditugasi mencari kata sulit dalam bacaan
23. Dengan menggunakan media gambar, guru meminta siswa mengisi kalimat seperti 
      dicontohan berikut ini .
      Lalat beterbangan
      .....beterbangan
Contoh diatas menggambarkan pembelajaran kalimat dengan kegiatan....
  • A. mengganti predikat
  • B. mengganti subyek
  • C. membaca kalimat
  • D. menulis kalimat
Model Pembelajaran Menulis Kalimat Menggunakan Media Gambar termasuk ke dalam model pembelajaran pemrosesan informasi ‘the information processing family model’, (Joyce & Weil. 1980).  Keterkaitan model the information processing family model dengan kajian ini adalah dalam hal cara individu (murid) memberi respons terhadap media gambar. Setelah merespons stimulus gambar, murid mengorganisasikan, memformulasikan, membangun rencana, dan menggunakan simbol-simbol verbal dalam wujud kalimat. Dengan kata lain, murid belajar menulis kalimat dengan menggunakan fakta/ide yang terdapat dalam media gambar.(D)
24. Kemampuan untuk memahami simbol-simbol tertulis dalam kegiatan membaca  
       berkaitan dengan aspek ....
  • A. sensoris
  • B. berpikir
  • C. skemata
  • D. afektif
Proses membaca sangat kompleks dan rumit karena melibatkan beberapa aktifitas, baik berupa kegiatan fisik maupun kegiatan mental. Proses membaca terdiri dari beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut adalah:
  • Aspek Sensori, yaitu kemampuan untuk memahami simbol-simbol tertulis,
  • Aspek Perseptual, yaitu kemampuan untuk menginterpresentasikan apa yang dilihat sebagai simbol,
  • Aspek Skemata, yaitu kemampuan menghubungkan informasi tertulis dengan struktur pengetahuan yang telah ada,
  • Aspek Berpikir, yaitu kemampuan membuat inferensi dan evaluasi dari materi yang dipelajari,
  • Aspek Afektif, yaitu aspek yang berkenaan dengan minat pembaca yang berpengaruh terhadap kegiatan membaca.(A)
25. Untuk memperkenalkan kosakata yang ditemukan dalam sebuah wacana kepada siswa, 
       maka guru dapat menerapkan teknik kegiatan prabaca dengan strategi....
  • A. pemetaan semantik
  • B. gambaran awal
  • C. petunjuk untuk melakukan antisipasi
  • D. meta konitif
Tahap prabaca merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum kegiatan  inti membaca untuk mengaktivasi pengetahuan awal maupun pengetahuan  relevan yang sudah dimiliki siswa dalam rangka membangun pemahaman  pembaca mengenai isi teks. Untuk itu, ada beberapa strategi yang dapat  diterapkan, yakni melalui pemberian gambaran awal, pembuatan peta semantik,  diskusi kelas, dramatisasi, serta pembuatan prequestion (Frase, Patrick, &  Schumer, 2000:53).(A)
26. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan satu kalimat dan setiap siswa dalam kelompok tersebut menambahkan sebuah kalimat yang berhubungan dengan kalimat yang telah diberikan oleh guru. Kegiatan pembelajaran menulis tersebut menerapkan teknik pembelajaran....
  • A. menulis meniru model
  • B. kuis
  • C. bermain-main dengan bahasa dan tulisan
  • D. memberi atau mengganti akhir cerita
1. Bermain - main dengan bahasa dan tulisan 
Pembelajaran menulis dapat Anda buat menyenangkan dengan sebuah permainan menulis  yang biasa disebut menulis berantai atau menulis berkelompok. Siswa dibagi kedalam kelompok  dengan jumlah 10 sampai 15 orang. 
2. Kuis 
Sekurang - kurang ada tiga jenis kuis yang dapat digunakan beberapa kali setahunnya, yaitu, 
kuis tanda baca, kuis tata pragraf, dan kuis tanda kutip, tanda baca, dan tata paragraf sekaligus. 
Contoh kuis tanda baca (titik, koma, pemisah kata, dan sebagainya). 
Disebuah pulau yang terpencil jauh ditengah lautan tinggalah sepasang suami istri dengan 
rukun dan damai tidak pernah megalami persengketaan namun pada suatu senja ketiak sang 
suami kembali dari laut ia menemukan sepotong cermin terletak dipandai diambilnya cermin itu (C)
27. Tujuan utama pembelajaran menyimak yaitu...
  • A. melatih siswa memahami bahasa lisan
  • B. melatih siswa memahami wacana lisan
  • C. meningkatkan daya simak siswa
  • D. menguji daya simak siswa
Menyimak pada hakikatnya adalah mendengarkan dan memahami isi bahan simakan Karena itu dapat disimpulkan bahwa tujuan utama menyimak adalah menangkap, memahami, atau menghayati pesan,ide, gagasan yang tersirat dalam bahan simakan.(A)
28. Ibu Sumi berjualan ue. Rumahnya di seberang jalan berhadapan dengan rumahku. Kue buatanya enak sekali. Setiap pagi aku dibelikan ibu kue yang dijajakan Ibu Sumi.
..........
Berdasarkan bacaan di atas dapat disusun pertanyaan untuk mengukur kemampuan siswa mengingat fakta sebagai berikut, kecuali....
  • A. Rumah ibu Sumi di depan rumahku ?
  • B. Mengapa ibu Sumi berjualan kue ?
  • C. Ibu Sumi berjualan apa ?
  • D. Siapa yang membeli kue setiap pagi untukku ?
Mengapa ibu Sumi berjualan kue (B)
29. Untuk mengukur kemampuan membaca siswa tes yang tepat digunalan adalah tes....
  • A. komunikasi
  • B. terpadu
  • C. pemahaman kalimat
  • D. isyarat gambar
Aspek penting dalam penilaian membaca adalah pemahaman isi bacaan. Adapun alat ukur 
yang paling tepat digunakan berbentuk tes. Ada dua jenis tes yang digunakan untuk menguji 
kemampuan membaca siswa SD, yaitu tes pemahaman kalimat dan tes pemahaman wacana.(C)
30. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan menyimak seseorang adalah....
  • A. situasi tempat lingkungan menyimak berlangsung
  • B. kosakata yang dimiliki penyimak
  • C. pesan yang disampaikan pembicara
  • D. struktur kebahasaan yang dimiliki pembicara
Faktor fisik : Kita telah sama-sama maklum bahwa kondisi fisik seseorang penyimak memeng merupakan faktor penting yang turut menentukan keefektifan serta kualitas keefektifan dalam menyimak. Fisik tubuh (jasmani) = kondisi normal atau lelah, faktor ini mempengaruhi menyimak dimana saat kondisi fisik merasa lelah atau tidak bersemangat maka keinginan untuk menyimak menjadi berkurang akibatnya proses menyimak tidak berjalan dengan baik, begitu pula sebaliknya, dimana saat kondisi fisik sedang vit maka proses menyimak berjalan dengan baik dan dengan penuh semangat.
Lingkungan = panas, dingin, lembab, bising dll, kondisi suasana lingkungan mempengaruhi proses menyimak karena menyimak akan berjalan dengan baik dengan kondisi lingkungan yang tenang,baik, dan nyaman. Saat kondisi lingkungan yang panas maka penyimak akan terganggu, begitu pula jika kondisi lingkungan yang nyaman dan tenang maka penyimak merasa nyaman dan tidak terganggu(A)
31. Berikut ini yang merupakan contoh cara menilai kemampuan berbicara siswa SD dengan 
      teknik terpadu, yaitu...
  • A. guru memperlihatkan gambar sederhana kemudian guru menyuruh siswa menceritakan gambar tersebut.
  • B. guru meminta siswa membaca wacana pendek dengan intonasi yang tepat
  • C. guru membacakan sebuah cerita kemudian menyuruh siswa menceritakan kembali isi cerita tersebut dengan menggunakan kata-katanya sendiri
  • D. guru menyuruh siswa melakukan percakapan seperti halnya melakukan kegiatan berbahasa sehari-hari.
Dalam proses penilaian pembelajaran bahasa secara terpadu perlu diperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut.
1. Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penilaian diri (selfevaluation) di 
    samping bentuk penilaian lainnya.
2. Guru perlu mengajak para siswa untuk menilai perolehan belajar yang telah  dicapai 
    berdasarkan kriteria keberhasilan pencapaian tujuan atau kompetensi yang telah 
    disepakati.
Dalam penilaian kemampuan berbicara terdapat jenis tes, yaitu tes respon terbatas, tes terpadu, dan tes wawancara, tes kemampuan berbicara berdasarkan gambar, bercerita, diskusi, dan tes ujaran terstruktur, seperti mengatakan kembali, membaca kutipan, mengubah kalimat, dan membuat kalimat.(A)
32. Sastra anak adalah karya imajinatif, seni yang bernilai yang disampaikan secara tertulis
      ataupun lisan, yang secara khusus....
  • A. berisi tentang dunia anak-anak
  • B. dibaca oleh anak-anak
  • C. ditulis oleh anak-anak
  • D. diterbitkan untuk anak-anak SD.
Sastra anak dapat diartikan sebagai karya seni yang imajinatif dengan unsur estetisnya dominan yang bermediumkan bahasa, baik lisan maupun tertulis, yang secara khusus dapat dipahami oleh anak- anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak(A)
33. Sastra anak mempunyai fungsi terapan. Maksudnya agar dapat diterapkan ceritanya 
      harus....
  • A. deskriptif
  • B. informatif
  • C. mendidik
  • D. teoretis
Kebanyakan bacaan anak ditulis oleh orang dewasa sehingga fungsi terapan sering dimanfaatkan untuk menampung kecenderungan penulisnya untuk menggurui (sarumpaet, 1976). Fungsi terapan dalam hal ini untuk menambah pengetahuan umum baik dalam bidang sosial, bahasa, maupun sain sehingga hal-hal yang ditampilkan dapat mengajarkan sesuatu. Dari sisi format dan artistiknya, karakteristik sastra anak dapat terlihat dari segi ukuran, gambar dan ilustrasi, warna, dan elemen-elemen gambar dalam cerita (Tomlinson, 2002; Mitchell, 2003; Norton, 1987).(C)
34. Dari cerita "Bawang Merah dan Bawang Putih" dapat diketahui bahwa ada jenis sastra
       anak yang mengetengahkan tokoh utamanya berasal dari alam....
  • A. benda mati
  • B. tumbuh-tumbuhan
  • C. alam manusia
  • D. alam binatang
Cerita "Bawang merah dan Bawang Putih" tokoh utamanya adalah manusia (C)
35. Fungsi sastra anak sebagai pendidikan adalah sastra memberi...
  • A. kenikmatan
  • B. kepuasan
  • C. kebahagiaan
  • D. ajran moral
Ditinjau dari segi pragmatiknya, sastra anak berfungsi sebagai pendidikan dan hiburan. Fungsi pendidikan pada sastra anak memberi banyak informasi tentang sesuatu hal, memberi banyak pengetahuan, memberi kreativitas atau keterampilan anak, dan juga memberi pendidikan moral pada anak.(D)
36. Contoh manfaat pendidikan pada apresiasi sastra yaitu...
  • A. mengubah sikap dan tingkah laku seseorang
  • B. mengasah batin seseorang agar peka menerima sentuhan iman
  • C. memberi tambahan informasi, pengetahuan, pangalaman hidup dan pandangan-pandangan tentang kehidupan
  • D. memberi hiburan, kepuasan, kenikmatan dan kebahagiaan batin
Terdapat lima mnfaat bagi kehidupan ketika mengapresiasikan sastra anak, yaitu manfaatnya sebagai berikut:
1.  Estetis
Estetika artinya ilmu tentang keindahan atau cabang filsafat yang membahas tentang keindahan yang melekat dalam karya seni.
2.  Pendidikan
Mendidik artinya memelihara dan memberi latihan (ajaran) mengenai akhlak, budi pekerti, dan kecerdasan pikir. Memberi berbagai informasi tentang proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui kegiatan pembelajaran dan latihan. Berbagai ajaran kehidupan lahir dan batin dapat dipetik melalui kegiatan mengapresiasi sastra. 
3.  Kepekaan batin atau sosial
Peka artinya mudah terasa, mudah tersentuh, mudah bergerak, tidak lalai, dan tajam menerima atau merumuskan pengaruh dari luar.
4.  Menambah wawasan
Wawasan artinya hasil mewawas, tinjauan atau golongan
5.  Pengembangan kejiwaan atau kepribadian
Manfaat pengembangan kewajiban atau kepribadian dari apresiasi sastra adalah mampu meghaluskan budi pekerti seorang apresiator.(C)
37. Di bawah ini termasuk tingkatan-tingkatan apresiasi sastra menurut Yus Rusyana, 
      kecuali....
  • A. berada pada pengalaman yang terdapat dalam karya sastra
  • B. daya intelektual pembaca lebih giat menjelajah medan
  • C. pembaca memahami hubungan sastra dengan dunia luar
  • D. pembaca mampu menghasilkan karya sastra sendiri
Yus Rusyana (1979: 2) menyatakan ada tiga tingkatan dalam apresiasi sastra, yaitu sebagai berikut:
  • Seorang mengalami pengalaman yang ada dalam karya sastra, ia terlibat secara emosional, intelektual, dan imajinatif.
  • Setelah mengalami hal seperti itu, kemudian daya intelektual seorang itu bekerja lebih giat menjelajahi medan makna karya sastra yang diapresiasinya
  • Seorang itu menyadari hubungan sastra dengan dunia di luarnya sehingga pemahaman dan penikmatannya dapat dilakukan lebih luas dan mendalam.
Jawaban (D)
38. Kamus merupakan buku yang...
  • A. memuat umpulan istilah yang disusun secara alfabetis dengan makna dan pemaikaiannya.
  • B. berfungsi sebagai petunjuk tentang seluk beluk kata
  • C. berisi aturan ejaan, bentuk dan makna kata serta struktur kalimat
  • D. memuat sejulah aturan tata bahasa

Kamus adalah buku acuan yang memuat kata dan ungkapan,  biasanya disusun menurut abjad beserta penjelasan tentang makna dan pemakainya (  Kamus Besar Bahasa Indonesia). Kamus disusun sesuai dengan abjad dari A-Z dengan  tujuan untuk memudahkan pengguna kamus dalam mencari istilah yang diinginkannya  dengan cepat dan mudah. Kmaus memiliki kegunaan untuk memudahkan penggunanya  dalam mencari istilah-istilah yang belum dipahami maknanya.(A)
39. Titik dua (:) dalam kamus digunakan untuk...
  • A. memisahkab kata dasar yang tidak diberikan penjelasan dari kata turunan atau kata jadian
  • B. memisahkan bentuk-bentuk kata yang bermakna sama atau hampir sama
  • C. menjelaskan makna
  • D. menuliskan lambang kelas kata dari kalimat
Tanda titik dua dalam kamus digunakan untuk memisahkan bentu kata-kata yang bermakna sama atau hampir sama
40. Dalam kamus penulisan lambang kelas kata dilakukan sebagai berikut, kecuali....
  • A. ditulis lengkap
  • B. disingkat
  • C. menggunakan huruf kecil
  • D. ditulis dengan huruf miring
Penulisan kelas kata dalam kamus adalah :
1) disingkat
2) menggunakan huruf kecil
3) ditulis dengan huruf miring
Jawaban (A)
41. Contoh penulisan kamus yang  yang tepat adalah...
  • A. baja kb 1 logam yg keras: 2 sesuatu yg keras dan kuat : bersemangat baja; berhati baja;
  • B. baja kb 1 logam yg keras; 2 sesuatu yg keras dan kuat : bersemangat baja, berhati baja;
  • C. baja kb 1 logam yg keras; 2 sesuatu yg keras dan kuat : bersemangat baja; berhati baja;
  • D. BAJA kb 1 logam yg keras; 2 sesuatu yg keras dan kuat : bersemangat baja; berhati baja;
baja kb 1 logam yg keras; 2 sesuatu yg keras dan kuat : bersemangat baja; berhati baja;(C)
42. Pada suatu kegiatan pembelajaran di kelas setelah menyimak cerita rakyat yang
       disampaikan guru para siswa secara bergiliran menyampaikan tanggapan atas cerita
       tersebut. Kegiatan pembelajaran tersebut menunjukkan ciri pendekatan komunikatif
       yang berupa kegiatan komunikasi....
  • A. fungsional
  • B. interaksi sosial
  • C. personal
  • D. interaktif personal
Berkenaan dengan penggunaan pendekatan komunikatif Littlewood, mengemukakan ada dua kegiatan komunikatif yang perlu dikenal, iaitu:
1. Kegiatan komunikasi fungsional
2. Kegiatan interaksi sosial
Kegiatan komunikasi fungsional dapat berupa kegiatan berbahasa untuk saling membagi informasi dan kegiatan berbahasa untuk mengolah informasi yang keduanya dapat dirinci menjadi:
a. kegiatan saling membagi informasi dengan kerja sama yang terbatas
b. kegiatan saling membagi informasi dengan kerja sama yang tidak terbatas
c. kegiatan saling membagi informasi dan mengolah informasi
d. kegiatan mengolah informasi
Kegiatan interaksi sosial dapat berupa
a. dialog dan bermain peran
b. simulasi
c. memerankan lakon pendek yang lucu
d. improvisasi
e. berdebat, dan
f. melaksanakan berbagai bentuk diskusi.
(A)
43. "Anak yang berbaju merah itu cantik dan ramah" Morfem terikat sintaksis yang 
       dapat dalam kalimat tersebut adalah....
  • A. yang, dan
  • B. anak
  • C. merah, cantik, ramah
  • D. berbaju
Morfem Terikat Sintaksis
Morfem terikat sintaksis adalah morfem dasar yang tidak mampu berdiri sendiri sebagai kata. Hal ini dapat dilihat dalam kalimat berikut.
Anak yang berbaju merah itu cantik dan ramah
Dari deretan morfem yang terjadi unsur kata dalam kalimat di atas, jika diklasifikasikan berdasarkan morfemnya adalah sebagai berikut.
Anak, baju, merah, cantik, dan ramah adalah morfem bebas.
Ber-, adalah morfem terikat morfologis.
yang, dan adalah morfem terikat sintaksis. Hal ini terjadi karena kata yang, dan tidak mengandung makna  tersendiri.(A)
44. Penilaian yang dilaksanakan guru dalam pembelajaran bahasa di kelas rendah dengan
       cara meminta siswa secara bergiliran menggabungkan dua kalimat dengan menggunakan
       kata tugas tertentu. Cara tersebut digunakan untuk menilai kemampuan siswa...
  • A. menulis dengan kata-kata sendiri paragraf yang telah dibacanya
  • B. menggunakan gagasannya
  • C. menggunakan kosakata dan struktur dalam menulis
  • D. memilih kata-kata yang tepat dalam menulis
menggunakan kosakata dan struktur dalam menulis (C)
45. Bahasa memiliki unsur-unsur segmental antara lain...
      1) intonasi
      2) kata 
      3) fonem
Unsur segmental dalam bahasa terdiri dari :
Fonem : lambang / gambar bunyi bahasa yang terkecil yang membedakan arti
Morfem : kesatuan bunyi bahasa yang terkecil yang membedakan arti
Kata : bentuk bahasa yang mempunyai arti
Klausa : rangkaian kata / bagian kalimat yang bisa berdiri sendiri
Kalimat : rangkaian kata-kata yang mempunyai makna selesai
Paragraf
Wacana
(2 dan 3) (C)
46. Ciri-ciri kelas whole languange yaitu...
      1) Siswa diberi tanggungjawab dalam pembelajaran
      2) siswa terlibat aktif dalam pembelajaran bermakna
      3) siswa mendapat balikan bermakna dari teman /guru
Ada tujuh ciri yang menandakan kelas whole language:
a. Kelas yang menerapkan whole language penuh dengan barang cetakan.
b. Siswa belajar melalui model atau contoh
c. Siswa bekerja dan belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya
d. Siswa berbagi tanggung jawab dalam pembelajaran
e. Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran
f. Siswa berani mengambil risiko dan bebas bereksperimen
g. Siswa mendapat balikan (feedback) positif baik dari guru maupun temannya
(1, 2, dan 3) (A)
47. Kalimat yang tidak memenuhi syarat kelogisan adalah...
      1) Biarkan buku itu berjalan
      2) Bibi dibersihkan di halaman
      3) Pak tani membajak sawah
(1 dan 2) (A)
48. Berbicara untuk menghibur yang dilakukan dengan kocak dan santai adalah berbicara...
      1) berpidato
      2) melawak
      3) bergurau
Melawak adalah suatu usaha untuk membuat orang lain tertawa, atau sekadar membuat orang lain gembira. Caranya bermacam-macam, tergantung si pelawak dan biasanya disesuaikan dengan kondisi orang yang akan dibuat tertawa. Cara yang paling umum adalah dengan mengucapkan lelucon, dengan subjek lelucon orang lain, atau diri sendiri. Cara lainnya adalah dengan tingkah laku yang dibuat-buat hingga dapat terlihat lucu dan pentas ditertawakan di hadapan orang lain. Bergurau adalah berkata-kata untuk main-main saja; berkelakar; berjenaka (2 dan 3) (C)
49. Beberapa cara melaksanakan pembelajaran berbicara yaitu...
      1) bermain tebak-tebakan
      2) mengungkapkan pengalaman
      3) bermain peran
Kegiatan pembelajaran berbicara meliputi: (1) saling memperkenalkan diri, (2) bermain peran dalam menerangkan sesuatu, memerankan wawancara, mengajukan permintaan mengungkapkan rasa simpati, dan mengundang serta memberikan jawabannya, (3) tanya jawab tentang keadaan serhari-hari (4) menceritakan kembali isi iklan yang telah dibaca, (5) bercakap-cakap berpasangan, (6) memberi komentar dan saran  tentang sesuatu, (7) berpidato dan menceritakan pengalaman pribadi, (8) bermain simulasi dalam menawarkan bantuan, (9) berargumentasi tentang suatu topik yang telah ditentukan, dan kegiatan sejenis lainnya.(2 dan3) (C)
50. Kegiatan apresiasi sastra secara langsung meliputi...
      1)  membaca karya sastra
      2)  mendengarkan pembacaan karya sastra
      3)  mengkliping kumpulan karya sastra
Apresiasi sastra secara langsung adalah kegiatan membaca atau menikmati cipta sastra berupa teks maupun performansi secara langsung. Kegiatan membaca suatu teks sastra secara langsung dapat terwujud dalam perilaku membaca, memahami, menikmati, serta mengevaluasi teks sastra, baik yang berupa cerpen, novel, roman, naskah drama, maupun teks sastra berupa puisi.


Kegiatan langsung yang terwujud dalam kegiatan mengapresiasi sastra pada performansi, misalnya saat Anda melihat, mengenal, memahami, menikmati, ataupun memberikan penilaian pada kegiatan membaca puisi, cerpen, pementasan drama, baik di radio, televisi, maupun pementasan di panggung terbuka. Kedua bentuk kegiatan itu dalam hal ini perlu dilaksanakan secara sungguh-sungguh, berulang kali, sehingga dapat melatih dan mengembangkan kepekaan pikiran dan perasaan dalam rangka mengapresiasi suatu cipta sastra, baik yang dipaparkan lewat media tulisan, lisan, maupun visual.(1 dan 2)(A)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar